Cahaya silau, from my father


10-8-2012
Source Pict : MikePortal Blog
                Bordering lagu indah mengaung dari suara ayahku. Membaca aytat suci member iri kepada rasa hatiku.teringat hari saat sunrise belum menampakkan sinar merahnya. Aku terbangun kala dibangunkan oleh ibuku. “Sahur lai pedi, ujar ibu membangunkan” setengah sadar. Antara nafas lelap dan terbangun. Tersadar sudah setelah beberapa lama mataku menginjakkan niat. Huuuhaaah! Desah nafas yang masih menghela pada kantuk mendalam.
                Bergerak melangkah menuju meja makan, seperti habis minum alcohol. Jalan tak sesuai alur. Ku ambil nasi hingga duduk berseblahan dengan ibu. Ketika itu sambalnya telur dan rendang masih tersisa. Aku selalu bersyukur atas apa yang masih aku punya.
                Melambai ke 2 kakiku menahan kantuk saat sepiring nasi telah habis ku lahap. Waktunya bermalasan terhadap diri. Tepar!
                Suasana mulai seperti biasanya. Bak memanggil kucing untuk memberi makan. Sesuai alur dan tak ada perubahan yang signifikan dari setiap gerak-gerik keseharianku. Melamun dalam terang. Terduduk santai menikmati apa saja bisa kunikmati.
                Sesampainyaa waktu shalat jumat, aku, bergerak saat waktu telah iqamah.ada siding pertarungan pikiran antara ingin mandi atau tidak. Kulepas sudah setiap pola piker ini bahwa untuk apa mandi, ambil wudhu saja sudah.
                Hingga waktu selesaipun masih tak ada pengaruh tindakan yang lebih mencolok dihidangan selera hidupku.hanya merayap pelan seperti air mengalir menuju jurang yang siap menghanyutkan. Begitupun sampai perbukaan puasa menghampir perut. Telah kosong dan siap untuk menyantap hidangan apapun. Seraya menjalani kewajiban bertemu Allah disaat maghrib telah berkumandang.
                Dihabis waktu shalat, aku selalu berdoa, Ya Allah.. dari segenap lubuk hati, begitu banyak impian tersirat.aku takkan pupus dalam asa terus menyala, dalam semangat membentang luas mengelabuhi pikiranku. Atas waktu dan tujuan yang telah ak tentukan. Semoga Engkau selalu membimbing langkah serta takdirku terus ke jalan baik dan lebih baik hingga menjadi yang terbaik. Penulis Mega Best Seller salah satunya, Insya Allah atas izin-MU ku panjatkan niat. Bahwa aku akan menggapainya pada 2014 nanti. AKU BERJANJI YA ALLAH.BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
                Aku yang terus meminta, bahwa aku hanya manusia lemah. Tapi perjuangan adalah impian. Bahwa kelemahan bukanlah halangan. Aku yakin dan percaya. AKU PASTI BISA. Namun usaha aku terus tak sebanding. Adrenalin ini tak sepadan.apa salah.aku melangkah untuk melangkah menuju mesjid, sholat isya dan taraweh. Sehabis itu aku terus meminta jika do’a aku pasti akan terkabul.
                Sampai malam mulai larut, dan juga waktu shalat telah habis. Aku menghabiskan waktuku dikamar sendirian menikmaati santapan rayuan music yang mengelabuhiku. Membiarkan tubuh bergerak pada 1 tujuan. Namun tidak sesuai kerja keras untuk impian yang telah aku tetapkan.          
                Plisss per, sadar, sadar, sadar. Berhargakan dirimu mulai dari sekarang. Bangkitlah lebih giat. Semangat, lebih banyak bertindak dalam setiap jam untuk menulis, berpikir, dan berimajinasi. Tuliskan semua ketika merka bertengger disela dan tepian pikiran. Panggil semua kata2 sulit yang telah kau pelajari. Jangan menjadi anak2.PENULIS ANAK-ANAK. Tunjukkan bahwa impianmu itu besar. Lakukan sampai waktu benar2 lelah dalam 1 hariannya. Jangan gampang malas. Jangan gampang tergiur akan suasana nyama. Stopped.
                Midnight,tersadar aku bahwa Ayah. Beliau sungguh gigih dalam membaca al Quran. Puluhan lembar ia habiskan. Untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Tidakkah kau ingin seperti Ayahmu Fer, cobalah. Layangkah niat dan semangat seperti ayah. Karna hidup dan pencapaian ketika kita terus merasa kurang dan merasa dekat dengan Allah. Selalu merasa kurang akan ilmu pengetahuan.
                Hingga sesampainya waktu, aku menuliskan diary ini. Dan mulailah aku terlihat berat dalam mata.mengantuk dan tertidur.
                Pencapaian terhadap esok. Lupakan segala malas. Pikirkan masak2 tentang keunikan dalam belajar. Lakukan rutin minimal 2 jam waktu menulis. Berleluasa bebas luas salam pikir. Jangan takut jelek, salah atau yang tidak kamu inginkan. Abaikan itu semua. Menulis,menulis.
               
                


SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA




Artikel terkait:

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

terima kasih telah berkunjung sobat.
Silahkan komentar,kritik dan sarannya
setidaknya tegur sapa.heheh