Pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa


Melalui Important and Performance Analysis dan Metode Nonparametrik
Oleh 1
Laili Qodariah
Rohmatul Fajriyah3
1,2 Jurusan Statistika FMIPA UII, Jogjakarta
Korespondensi: rfajriyah@fmipa.uii.ac.id/rfajriyah@yahoo.com

Abstrak
Persaingan yang semakin ketat, dimana semakin banyak produsen atau instansi yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, menyebabkan setiap perusahaan harus menempatkan orientasi pada kepuasan konsumen sebagai tujuan utama. Untuk memenangkan persaingan, perusahaan atau instansi harus mampu memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Islam Indonesia, dimana peneliti mengadakan penelitian tentang kepuasan mahasiswa, objek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Statistika Universitas Islam Indonesia Jogjakarta.Untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa Jurusan Statistika digunakan metode Important-Performance Analysis atau Analisis Tingkat Kepuasan dan Kinerja/Kepuasan Pelanggan. Hasil penelitian menyimpulkan yang menjadi Prioritas utama agar dapat dilakukan peningkatan secara terus-menerus oleh pihak Jurusan Statistika adalah Fasilitas Komputer, kelengkapan fasilitas Laboratorium Komputasi Statistika, penilaian dosen Statistika terhadap mahasiswa, keaktifan dosen Statistika dalam mengajar, asisten dalam penguasaan materi praktikum, kedisiplinan asisten dalam praktikum (waktu masuk/ selesai praktikum), fasilitas ruangan untuk kuliah, kemudahan dosen dalam membimbing (baik KP, TA, maupun akademik), dan penyampaian materi praktikum oleh asisten. Faktor yang banyak mendapat keluhan dari mahasiswa adalah jumlah komputer, yaitu sebesar 33,8 %.Melalui analisis Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney diketahui adanya perbedaan rata-rata kepuasan untuk ke empat angkatan, dimana angkatan 2001, 2002, dan 2003 memiliki rata-rata kepuasan yang sama terhadap kinerja Jurusan. Sedangkan untuk angkatan 2000 kepuasannya kurang terhadap kinerja Jurusan.


Kata kunci: Kepuasan, ISO 9000 : 2000, Important and Performance    Analysis, Diagram Pareto, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney





1. Pendahuluan
Pendidikan adalah salah satu soal yang selalu diperhatikan oleh manusia dari zaman ke zaman. Pada mulanya orang tua mendidik anaknya hanya berdasarkan kecintaan dan pengalamannya yang merupakan petunjuk jalan dalam melaksanakan pendidikan atau memberi tuntunan kepada pertumbuhan dan perkembangan anak. Akan tetapi lambat laun manusia lalu mempertanggung jawabkan tindakannya terhadp anak, artinya bahwa orang tua menanyakan kepada dirinya sendiri, sampai seberapa jauh kebenaran atau ketepatan tindakannya. Dengan demikian timbullah disamping “Praktek Pendidikan” juga teori tentang pendidikan.
Pendidikan adalah teori (ilmu) tentang memberi tuntunan kepada anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun secara sistematis atau teratur oleh pikiran manusia. 
Menurut Kohsitono dan Gunaring tujuan akhir dari pendidkan adalah pembentukan manusia yang sempurna. Manusia dapat dikatakan sebagai makhluk yang sempurna apabila dalam kehidupannya dapat menunjukkan adanya keharmonisan atau keselarasan. Harmonis sebagai individu dan kehidupan bersama.
Perkembangan dan peningkatan pendidikan sebuah perguruan tinggi dari tahun ke tahun menjadi perhatian masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari ketatnya persaingan kualitas pelayanan, harga, promosi, dan mutu diantara sekian banyak perguruan tinggi. Peranan perguruan tinggi sebagai sarana untuk mencetak kader-kader pemimpin bangsa menjadi penting bagi dunia. Dalam kondisi persaingan yang ketat ini, hal utama yang harus diprioritaskan oleh sebuah perguruan tinggi adalah kepuasan mahasiswa agar dapat bertahan, bersaing dan menguasai ilmu dan teknologi lewat  pendidikan.
Sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai dapat berpengaruh pada proses belajar-mengajar, untuk itu sarana dan prasarana pendidikan sangat penting untuk memperlancar dalam proses belajar mengajar di kampus. Dalam kesempatan kali ini peneliti telah meneliti sejauh mana  mahasiswa Jurusan Statistika merasa puas dengan sarana dan prasarana yang ada di Jurusan Statistka. Pada hal jika dilihat dari tujuan jurusan, salah satunya adalah memberikan pelayanan yang terbaik untuk mahasiswanya, yang menyangkut dengan hal-hal yang berhubungan dengan mahasiswa, seperti prihal akademik, kuliah, fasilitas, dosen, dan lain-lain. Apakah dengan sarana dan prasarana yang ada sudah dapat memuaskan mahasiswa, atau sebaliknya.

2.  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merumuskan masalah yang menjadi sentral dalam penelitian ini adalah :
1.      Sejauh mana tingkat kepuasan mahasiswa Statistika terhadap kinerja Jurusan Statistika ditinjau dari kesenjangan antara jasa yang dialami dengan jasa yang diharapkan
2.      Manakah yang menjadi prioritas utama agar dapat dilakukan peningkatan secara terus menerus (Continual Improvement)
3. Teori Penunjang
3.1. Pengertian Kepuasan.
Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja /hasil yang dirasakannya dengan harapannya (Oliver, 1980). Jadi tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan, maka pelanggan akan kecewa. Bila kinerja sesuai harapan, maka pelanggan akan puas. ISO 9000 : 2000 menyatakan bahwa organisasi bergantung pada pelanggannya oleh karena itu hendaknya memahami kebutuhan pelanggan saat ini dengan yang akan datang, dan juga memnuhi serta berusaha melampaui harapan pelanggan.
Pada sebuah perguruan tinggi yang sudah menerapkan ISO, maka untuk memuaskan mahasiswanya menjadi bagian sentral dari kegiatan pemasarannya. Jika seorang mahasiswa merasa puas atas pelayanan yang telah diberikan, pada umumnya ia tidak akan berpindah ke perguruan tinggi lain. Jika hal itu terjadi, maka pihak perguruan tinggi harus mencari mahasiswa baru agar sirkulasi sebuah perguruan tinggi tidak berhenti. Pada akhirnya, kegiatan untuk menarik mahasiswa baru untuk menggantikan mahasiswa yang beralih / pindah ke perguruan tinggi lain adalah lebih mahal daripada upaya  untuk mempertahankan mahasiswa lama akan lebih besar dibandingkan dengan tingkat keuntungan jika perguruan tinggi harus mencari pelanggan baru.

3.2. Metode Analisis Data
Dalam menganalisis data penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk menjawab perumusan masalah mengenai sampai sejauh mana tingkat kepuasan mahasiswa Jurusan Statistika terhadap Jurusan Statistika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, maka digunakan Importance Performance Analysis (Martila and James, 1997) atau Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja / kepuasan pelanggan, di sini adalah kepuasan mahasiswa Statistika.
Jasa akan menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila didasarkan pada kepentingan pelanggan dan kinerjanya bagi perusahaan. Artinya perusahaan seharusnya mencurahkan perhatiannya pada hal-hal yang memang dianggap penting oleh para pelanggannya / mahasiswa. Dalam hal ini, digunakan skala 4 tingkat (Likert) yang terdiri dari : Sangat penting, Penting, Kurang penting dan Tidak penting. Ke-empat penilaian tersebut diberi bobot sebagai berikut :
a.       Jawaban Sangat Penting (SP) diberi bobot 4
b.      Jawaban Penting (P) diberi bobot 3
c.       Jawaban Kurang  Penting (KP)  diberi bobot 2
d.      Jawaban Sangat Tidak Penting (TP) diberi bobot 1
Untuk kinerja / penampilan diberikan empat penilaian dengan bobot sebagai berikut :
a.       Jawaban Sangat Setuju diberi bobot 4, berarti mahasiswa sangat puas
b.      Jawaban Setuju diberi bobot 3, berarti mahasiswa puas
c.       Jawaban Kurang Setuju diberi bobot 2, berarti mahasiswa kurang puas
d.      Jawaban Tidak Setuju diberi bobot 1, berarti mahasiswa tidak puas

Berdasarkan hasil penilaian tingkat kepentingan dan hasil penilaian kinerja maka akan dihasilkan suatu perhitungan mengenai tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat pelaksanaannya oleh Jurusan Statistika Universitas Isalam Indonesia.
Tingkat kesesuaian adalah hasil perbandingan skor kinerja pelaksanaan dengan skor kepentingan. Tingkat kesesuaian inilah yang akan menentukan urutan prioritas peningkatan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa
Dalam hal ini terdapat 2 buah variabel yang diwakilkan oleh huruf  X dan Y, dimana : X merupakan tingkat kinerja jurusan yang dapat memberikan kepuasan para mahasiswanya, sedangkan Y merupakan tingkat kepentingan mahasiswa.
Adapun rumus yang dipergunakan dalam pengukuran Tingkat Kesesuaian Responden (TKR) adalah

Dimana, TKR adalah Tingkat Kesesuaian Responden (i=1,2,………………n), Xi adalah Skor penilaian kinerja jurusan dan Yi  adalah Skor penilaian kepentingan mahasiswa
Selanjutnya sumbu mendatar (X) akan diisi oleh skor tingkat pelaksanaan, sedangkan sumbu tegak (Y) akan diisi oleh skor tingkat yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa dengan  dan . Dimana  adalah Skor rata-rata tingkat kepuasan,   adalah Skor rata-rata tingkat kepentingan dan n adalah Jumlah sampel.
Diagram kartesius merupakan suatu bangun yang dibagi atas empat bagian yang dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik-titik  , dimana  merupakan rata-rata dari rata-rata skor tingkat kepuasan mahasiswa seluruh faktor atau atribut dan  adalah merupakan rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa.
Selanjutnya tingkat unsure-unsur tersebut akan diajbarkan dan dibagi menjadi empat bagian ke dalam diagram kartesius seperti pada gambar berikut :
  Kepentingan
Y








Prioritas       Utama
Pertahankan prestasi




             IV                    
                 I



               =







               Y









             III
                 II





Prioritas   Rendah
            Berlebihan










Kinerja /kepuasan



               =

_





               X

X



Gambar : Diagram Kartesius dalam bentuk Kuadran-kuadran

Keterangan :
I.                    Menunjukkan unsure jasa pokok yang telah berhasil dilaksnakan pihak jurusan, untuk itu wajib dipertahankan. Dianggap sangat penting dan sangat memuaskan.
II.                 Menunjukkan factor yang mempengaruhi pelanggan kurang puas, akan tetapi pelaksanaannya berlebihan. Dianggap kurang penting tetapi sangat memuaskan.
III.               Menunjukkan beberapa factor yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, pelaksanaannya oleh jurusan biasa-biasa saja. Dianggap kurang penting dan kurang memuaskan
IV.              Menunjukkan factor atau atribut yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan, termasuk unsure-unsur jasa yang dianggap sangat penting, sehingga mengecewakan /tidak puas.

Untuk melakukan suatu peningkatan atau perbaikan dapat menggunakan Prinsip Pareto, yang menyatakan bahwa sekitar 80% dari masalah disebabkan oleh 20% dari penyebab. Vilfredo Pareto, seorang ahli ekonomi Italia pada abad ke-19 menemukan bahwa terbasar dari kesejahteraan dimiliki oleh beberapa orang saja, sehingga menimbulkan maldistribusi dari kesejahteraan. Kunci peningkatan proses pertama kali adalah mengidentifikasi area uatama itu. Diagram pareto adalah grafik batang yang menunjukkan masalah berdasarkan urutan banyaknya kejadian. Masalah yang paling banyak terjadi ditunjukkan oleh grafik batang pertama yang tertinggi serta ditempatkan pada sisi paling kiri, dan seterusnya sampai masalah yang paling sedikit terjadi ditunjukkan oleh grafik batang yang terendah serta ditempatkan pada sisi paling kanan
Pada dasarnya diagram pareto dapat dipergunakan sebagai alat interprestasi untuk :
a.       Menentukan frekuensi relatif dan urutan pentingnya masalah-masalah atau penyebab-penyebaab dari masalah yang ada
  1. Memfokuskan perhatian pada isu-isu kritis dan penting melalui ranking terhadap masalah-masalah atau penyebab-penyebab dari masalah itu dalam bentuk yang signifikan.
Untuk menjelaskan proses pembuatan diagram pareto, akan dikemukakan melalui beberapa langkah sebagai berkut :
1.      Menentukan masalah apa yang akan diteliti, mengidentifikasikan kategori-kategori atau penyebab dari maslah yang akan diperbandingkan. Setelah itu merencanakan dan melaksanakan pengumpulan data
2.      Membuat suatu ringkasan data atau table yang mencatat frekuensi kejadian dari masalah yang telah diteliti dengan menggunakn formulir pengumpulan data
3.      Membuat daftar masalah secara berurut berdasarkan frekuensi kejadian dari yang tertinggi sampai yang terendah, serta hitunglah frekuensi kumulatif, peresentasi kejadian, and total dari kejadian seacra kumulatif
4.      Menggambarkan dua buah garis vertical dan sebuah garis horizontal
5.      Buat histogram pada diagram paeto
6.      Gambarkan kurva kumulatif serta cantumkan nilai-nilai kumulatif (total kumulatif atau persen kumulaitf) disebelah kanan atas dari inteval etiap item maalah
7.      Memutuskan untuk mengambil tindakan peningkatan atas penyebab utama dari masalah yang sedang terjadi. Untuk mengetahui akar penyebab dari suatu masalah dapat menggunakan diagram sebab akibat atau bertanya mengapa-mengapa  beberapa kali (konsep why-why).

4. Data dan Pembahasan Hasil Penelitian
4.1.  Data Penelitian
               Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam penelitian ini untuk mendapatkan data digunakan angket/kuesioner.  Dari 113 (seratus tiga belas) angket yang disebar  digunakan dalam analisis data.  Namun, sebelum dilakukan penyebaran sebanyak 113 (seratus tiga belas), maka dilakukan pra-penyebaran angket untuk menguji asumsi valid (sahih) sebanyak 50 (lima puluh) dan reliabel (andal) sebanyak 50 (lima puluh)  angket/kuesioner.  Secara lengkap, data ada di Qodariah(2004).
Kuesioner yang disebarkan pada penelitian ini adalah jenis kuesioner bersifat tertutup. Dengan demikian untuk setiap pertanyaan disediakan jawaban alternatif yang paling tepat sesuai dengan pendapat responden. Jumlah pertanyaan untuk kuesioner yang valid  berjumlah 26 butir pertanyaan.
4.2.  Analisis Data dan Pembahasan
4.2.1.  Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja /Kepuasan
Tabel  4.4  Perhitungan Rata-rata Dari Penilaian Pelaksanaan Dan Penilaian Kepentingan Pada Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan mahasiswa Jurusan Statistika Universitas Islam Indonesia Jogjakarta

NO
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Mahasiswa
Penilaian
Penilaian



Jurusan Statistika Universitas Islam Indonesia
Pelaksanaan
Kepentingan
x
y

I. ASPEK KURIKULUM




1
Keseimbangan antara teori dalam kuliah dengan
284
362
2.51
3.20

Aplikasi melalui praktikum




2
Mata kuliah yang ditawarkan di Jurusan Statistika
293
373
2.59
3.30






3
Adanya konversi
300
311
2.65
2.70
4
Pemahaman materi kuliah melalui praktikum
291
339
2.58
3.00
5
Software (Program Statistik) yang digunakan dalam praktikum
283
349
2.5
3.08
6
Modul yang dibuat oleh dosen pengampu
259
305
2.3
2.69
7
Kesesuaian modul dengan materi kuliah
298
394
2.64
3.48
8
Pengaplikasian mata kuliah melalui praktikum
276
305
2.44
2.69
9
Asisten dalam mengasisteni praktikan
251
318
2.22
2.81
10
Asisten dalam penguasaan materi praktikum
267
392
2.36
3.45
11
Penyampaian materi praktikum oleh asisten
270
368
2.38
3.26
12
Kedisiplinan asisten (waktu masuk/ selesai praktikum)
261
377
2.31
3.34

II. ASPEK DOSEN




13
Penjelasan materi kuliah oleh dosen Statistika
276
380
2.44
3.36
14
Ketepatan dosen dalam mengajar dengan silabus
295
342
2.61
3.02
15
Kesesuaian materi dengan silabus
311
399
2.75
3.53
16
Penentuan asisten oleh pihak Laboran
267
381
2.42
3.37
17
Penilaian dosen Statistika terhadap mahasiswa
240
387
2.12
3.42
18
Pemberian tugas-tugas oleh dosen kepada mahasiswa
241
306
2.13
2.69
19
Ketepatan waktu dosen dalam mengeluarkan hasil ujian
286
391
2.53
3.46
20
Kemudahan dosen dalam membimbing (baik KP, TA,
275
376
2.43
3.32

Maupun akademik)




21
Keaktifan dosen Statistika dalam mengajar
253
396
2.26
3.50

III. ASPEK FASILITAS




22
Kenyamanan ruang kuliah
291
381
2.57
3.37
23
Fasilitas ruang kuliah
253
362
2.23
3.20
24
Kelengkapan fasilitas Laboratorium Komputasi Statistika
241
401
2.13
3.55
25
Fasilitas komputer
217
403
1.92
3.57
26
Penataan ruang Laboratorium Komputasi Statistika
282
359
2.49
3.17

Rata-rata


2.40
3.12

Dari hasil nilai rata-rata di atas, kemudian dibuatkan diagram kartesisus untuk mengetahui faktor-faktor (atribut/butir-butir) mana saja yang perlu dijadikan sebagai prioritas utama yang mendapat perhatian untuk diperbaiki agar menjadi lebih baik.
Gambar 1 Diagram Kartesius dari Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan  Mahasiswa Statistika Universitas Islam Indonesia Jogjakarta

Tabel  4.5  Hasil Analisis Dari Tingkat Kepentingan Dengan Tingkat Kinerja
Aitem ke-
Aspek Kurikulum
Kinerja
Kepentingan
Kuadran
1
2.51
3.20
II
2
2.59
2.68
IV
3
2.65
2.70
IV
4
2.58
3.00
IV
5
2.50
3.08
IV
6
2.30
2.69
III
7
2.64
3.48
II
8
2.44
2.69
IV
9
2.22
2.81
III
10
2.36
3.45
I
11
2.38
3.26
I
12
2.31
3.34
I
Aspek Dosen



13
2.44
3.36
II
14
2.61
3.02
IV
15
2.75
3.53
II
16
2.42
3.37
II
17
2.12
3.42
I
18
2.13
2.69
III
19
2.53
3.46
II
20
2.43
3.32
I
21
2.20
3.50
I
Aspek Fasilitas



22
2.57
3.37
II
23
2.23
3.20
I
24
2.13
3.55
I
25
1.92
3.57
I
26
2.49
3.17
IV

Keterangan :
I    : Kuadran I      II   : Kuadran II           III  : Kuadran III          IV  : Kuadran IV
        
Pada Diagram Kartesius diatas dapat diketahui bahwa pelayanan yang harus diadakan perbaikan adalah :
1)      Asisten dalam penguasaan materi praktikum
2)      Penyampaian materi praktikum oleh asisten
3)      Kedisiplinan asisten dalam praktikum (waktu masuk/ selesai praktikum)
4)      Penilaian dosen Statistika terhadap mahasiswa
5)      Kemudahan dosen dalam membimbing (baik KP, TA, maupun akademik)
6)      Keaktifan dosen Statistika dalam mengajar
7)      Fasilitas ruangan untuk kuliah
8)      Kelengkapan Fasilitas Laboratorium Komputasi Statistika
9)      Fasilitas Komputer
Pelayanan-pelayanan yang harus diperbaiki berdasarkan tingkat kesesuaian adalah :
1)      Fasilitas Komputer sebesar 53,84%
2)      Kelengkapan fasilitas Laboratorium Komputasi Statistika sebesar 60,09%
3)      Penilaian dosen Statistika terhadap mahasiswa sebesar 62,01%
4)      Keaktifan dosen Statistika dalam mengajar sebesar 64,65%
5)      Asisten dalam penguasaan materi praktikum sebesar 68,11%
6)      Kedisiplinan asisten dalam praktikum (waktu masuk/ selesai praktikum) sebesar 69,23%
7)      Fasilitas ruangan untuk kuliah sebesar 69,88%
8)      Kemudahan dosen dalam membimbing (baik KP, TA, maupun akademik) sebesar 73,13%
9)      Penyampaian materi praktikum oleh asisten sebesar 73,36%
Dalam analisis bentuk pertanyaan yang kedua pada romawi II dengan menggunakan diagram pareto. Hal ini berpedoman pada prinsip Pareto yang menyatakan bahwa 80% dari masalah disebabkan oleh 20% dari penyebab.

    
GambarDiagram Pareto dari Butir Ketidakpuasan Mahasiswa Statistika

Adapun urutan yang harus diperbaiki dari yang terpenting terlebih dahulu adalah :
1)      Jumlah Komputer di Laboratorium Komputasi Statistika sebesar 33.8%
2)      Ruang untuk kuliah yang terbatas (sedikit) sebesar 21.2%
3)      Tidak ada perpustakaan khusus jurusan 14,9%
4)      Dosen Statistika terbatas 14,0%
5)      Kurang aplikasi mata kuliah ke lapangan sebesar 9%
6)      Cara mengajar dosen sebesar 7,2%

4.2.2.  Uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney

Melalui uji Kruskal Wallis, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan diantara rata-rata kepuasan untuk masing-masing angkatan. Karena terdapat perbedaan, untuk selanjutnya dilakukan uji Mann-Whitney, untuk melihat, yang berbeda itu yang mana saja.
Hasil uji mann-Whitney, menunjukkan bahwa angkatan 2001, 2002 dan 2003 memiliki tingkat kepuasan yang sama yaitu sangat puas atau puas dengan kinerja Jurusan, sedangkan angkatan  2000 kepuasannya paling rendah cenderung kurang puas atau tidak puas.

5. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan analisis yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka kesimpulan hasil penelitian ini  sebagai berikut :
1)      Kesesuaian antara tingkat kepuasan mahasiswa  terhadap kinerja Jurusan ditinjau dari kesenjangan antara jasa pelayanan yang dialami dengan jasa pelayanan yang diharapkan rata-rata di atas 75 %, berarti bahwa kesenjangannya tidak terlalu jauh.
2)      Yang menjadi prioritas utama dalam proses peningkatan terus menerus untuk Jurusan Statistika dalam pandangan dan pendapat mahasiswa Statistika adalah : Fasilitas Komputer, kelengkapan fasilitas Laboratorium Komputasi Statistika, penilaian dosen Statistika terhadap mahasiswa, keaktifan dosen Statistika dalam mengajar, asisten dalam penguasaan materi praktikum, kedisiplinan asisten dalam praktikum (waktu masuk/ selesai praktikum), fasilitas ruangan untuk kuliah, kemudahan dosen dalam membimbing (baik KP, TA, maupun akademik), penyampaian materi praktikum oleh asisten.
3). Terdapat perbedaan dari tingkat kepuasan mahasiswa dari masing-  masing angkatan. Dimana angkatan 2001, 2002 dan 2003 memiliki tingkat kepuasan yang sama  yaitu sangat puas atau puas dengan kinerja Jurusan, sedangkan angkatan  2000 kepuasannya paling rendah cenderung kurang puas atau tidak puas. Ini disebabkan karena angkatan 2000 baru mengalami atau merasakan sarana dan prasarana dari Jurusan yang lebih baik bila dibandingkan pada saat angkatan 2000 masih merasakan fasilitas yang disediakan di gedung Fakultas Teknologi Industri, misalnya laboratorium untuk praktikum, yang masih sangat kurang pada waktu itu. Oleh sebab itu angkatan 2000 tingkat kepuasannya kurang dari  angkatan 2001, 2002, dan 2003.
4). Berdasarkan kesimpulan serta teori yang diuraikan sebelumnya, maka beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan oleh Jurusan Statistika dalam rangka meningkatkan kualitas Jurusan diantaranya :
a)      Perlu adanya penambahan jumlah komputer untuk digunakan sebagai sarana praktikum, karena komputer yang sekarang tersedia masih belum menunjang mahasiswa atau masih sedikit.
b)      Kelengkapan fasilitas Laboratorium Komputasi Statistika juga harus lebih ditingkatkan, selain jumlah komputer, seperti jumlah meja, kursi, dan juga fasilitas ruangannya.
c)      Asisten praktikum harus lebih diperhatikan lagi dalam hal penguasaan materi, penyampaian, dan kedisiplinan. Agar praktikan tidak merasa dirugikan karena tidak dapat menangkap atau memahami materi praktikum yang diberikan asisten. Untuk itu pihak  Laboran lebih selektif lagi dalam menentukan atau memilih asisten untuk semester-semester yang akan datang.
d)      Kemudahan dosen dalam membimbing dan keaktifan dosen dalam mengajar juga harus diperhatikan oleh pihak jurusan, karena mahasiswa juga masih tergantung pada dosen. Apabila dosennya memberikan kemudahan dan jalan kepada mahasiswa, misalnya bimbingan KP, TA, mahasiswa akan semangat untuk cepat menyelesaikan studinya.
e)      Ruangan untuk proses belajar mengajar, harus menjadi perhatian yang lebih, karena selama ini mahasiswa Statistika hanya belajar dalam ruangan yang itu-itu saja (terbatas hanya dalam ruang VIII F, dan ada untuk mata kuliah tertentu mahasiswa harus kuliah diruang Fakultas Sipil).
f)        Dengan semakin berkembangnya kemajuan dimana jika tidak di ikuti dengan rajin membaca, maka seorang mahasiswa akan ketinggalan arus informasi. Oleh karena itu perlu adanya perpustakaan khusus untuk Jurusan Statistika sendiri.

6. Daftar Pustaka
Gaspersz, V, 2001. Metode Analisis Untuk Peningkatan Kualitas, Gramedia, Jakarta.
Qodariah, L., 2004, Pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa Statistika Terhadap Jurusan Statistika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Skripsi, Jurusan Statistika FMIPA UII, Jogjakarta
Saleh, S, 1986, Statistik Non Parametrik, BPFE, Jogjakarta.
Siegel, S, 1985. Statistik Non Parametrik Untuk Ilmu-ilmu Sosial, Gramedia, Jakarta  .
Supranto, J, 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, Rineka Cipta, Jakarta.
Yazid, I. N, 1981. Pengantar Ilmu Pendidikan, Lembaga Pembinaan Keagamaan, Jogjakarta.



SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA




Artikel terkait:

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

terima kasih telah berkunjung sobat.
Silahkan komentar,kritik dan sarannya
setidaknya tegur sapa.heheh