Berkarirlah jika ingin sukses



Berdasakan beberapa penjelasan pada artikel manajemen sebelumnya nampak bahwa Career planning (perencanaan karir) diperlukan oleh setiap karyawan. Suatu karir adalah semua pekerjaan (atau jabatan) yang dipunyai (dipegang) selama kehidupan kerja seseorang. Bagi sebagian karyawan, pekerjaan-pekerjaan tersebut merupakan suatu bagian dari rencana yang disusunnya secara berhati-hati dan sungguh-sungguh. Namun bagi sebagian lainnya, karir mungkin hanya sekedar ‘nasib yang hanya diikuti saja’, karena tidak ada perencanaan karir yang jelas untuk meraih jabatan yang diinginkannya. Karyawan yang tidak mempunyai perencanaan karir jelas akan lebih tidak jelas masa depan karirnya dibandingkan dengan karyawan yang mempunyai perencanaan karir karena akan lebih fokus meraih karir yang telah direncanakannya.

Banyak karyawan gagal mengelola karir karena tidak memperhatikan konsep-konsep dasar perencanaan karirnya, karyawan tidak siap untuk jabatan-jabatan yang tersedia di dalam organisasi. Karyawan tidak menyadari bahwa sasaran-sasaran karir dapat memacu karir dan menghasilkan sukses yang besar. Pemahaman akan konsep-konsep perencanaan karir diharapkan dapat mengarahkan pada penetapan sasaran karir dan perencanaan karir cenderung dapat tercapai. 

Proses perencanaan ini memungkinkan para karyawan untuk mengidentifikasikan sasaran-sasaran karier dan jalur-jalur menuju sasaran-sasaran tersebut. Kemudian melalui kegiatan-kegiatan atau pengembangan para karyawan mencari cara-cara untuk meningkatkan dirinya dan mengembangkan sasaran-sasaran karier mereka. Pendek kata, karir harus dikelola melalui suatu perencanaan yang cermat. Bila tidak, para karyawan akan sering tidak siap memanfaatkan berbagai kesempatan karir yang ada dalam organisasi.


4 Langkah Sukses Berkarir

Jika merasa mulai tidak nyaman dengan posisi di kantor, mungkin anda sedang dalam tahap membutuhkan promosi ke tingkatan yang lebih menantang. Dongkrak karir anda dengan 4 langkah berikut.

Kuasai Keahlian Tambahan. Pelajari keahlian tambahan yang bisa mendukung kerja di kantor anda, seperti bahasa asing misalnya. Anda akan mempunyai nilai tambah yang sangat besar di mata perusahaan dan tentunya keberadaan anda menjadi lebih penting dibandingkan karyawan lainnya.

Tingkatkan Interpersonal skill. Kemampuan ini sangat berpengaruh terutama saat berhubungan dengan atasan atau partner kerja. Dengan sikap yang ramah, mudah bergaul dan berkarakter serta menjadi pendengar yang baik akan membantu mencapai tujuan anda.

Jadilah pribadi yang inovatif. Beranikan diri anda untuk menyatakan sesuatu yang berbeda ketika manganalisa setiap permasalahan dalam kerangka pekerjaan. Solusi yang kreatif akan membuat Anda semakin "bernilai" di mata atasan Anda.

"Jual" diri anda. Biarkan orang lain tahu kemajuan anda selama ini. Misalnya, mengenai program kinerja yang sukses ataupun masalah yang pernah anda pecahkan. Tentunya anda harus pintar-pintar memilih waktu dan cara "menjual diri" yang tepat agar tidak vulgar.



Berikut hal sederhana yang dapat dilakukan untuk dapat mengembangkan karir :
This time to show. Inilah saatnya bagi Anda untuk unjuk gigi. Pada awal bekerja mungkin Anda akan mengalami masa transisi. Masa dimana Anda harus mengalihkan kebiasaan mereka pada perkuliahan ke dunia kerja. Yang biasanya pada saat kuliah mereka masih dapat mengandalkan dosen untuk membimbing mereka. Kini Anda sendirilah yang harus menentukan perjalanan karirnya. Dalam dunia kerja akan dituntut untuk bekerja mandiri, cepat dan fleksibel. Maka Anda tidak boleh ragu untuk menentukan langkah karir. Tunjukkan loyalitas diri dalam pekerjaan, tunjukkan kalau Anda mampu mengimplementasikan ilmu yang telah didapat dalam bangku perkuliahan dan tunjukkan bahwa Anda pun mampu belajar cepat tentang dunia kerja. Jika usaha telah maksimal cepat atau lambat status fresh graduateakan segera beralih menjadi pekerja berpengalaman.
Teruslah belajar dan jangan pernah menyerah. Wajar jika pandangan beberapa teman kerja atau atasan Anda menganggap fresh graduate itu adalah pegawai yang tidak mampu bekerja dengan baik. Jadikan pandangan seperti ini adalah semangat untuk Anda, teruslah belajar tentang banyak hal atau bertanya kepada kenalan Anda yang lebih berpengalaman tentang dunia kerja. Dimana pun Anda berada tantangan akan selalu ada. Maka camkan pada diri Anda untuk tidak menyerah.
Singkirkan ego. Akan selalu ada pemikiran dan pendapat berbeda dalam lingkungan kerja. Maka itu belajarlah untuk menahan ego Anda dan belajar untuk menempatkan diri pada kondisi dan situasi yang seharusnya. Kenali lingkungan kerja Anda dengan baik, pahami karakter teman kerja Anda dan mulailah dari diri Anda.
Menjadi diri sendiri. Diri Anda sendiri yang paling mengenal bagaimana diri Anda. Tunjukan bahwa pribadi Anda adalah unik dan buat teman kerja Anda nyaman bekerja bersama Anda. Permasalahan dengan lingkungan kerja pasti ada, apalagi jika Anda belum terbiasa dengan dunia kerja. Jika ada teman yang kurang nyaman atau tidak suka dengan keberadaan kita bersabarlah dan cari jalan keluar terbaik. Dan yakin suatu hari nanti keberadaan Anda akan dihargai, baik segi ilmu maupun segi materi.


Waspadai 10 Hal Penghancur Karir

Berikut hal-hal yang dapat mematikan karir dalam sekejap:
1. KETIDAKMAMPUAN
Ketidakmampuan bisa berbuntut panjang. Penelitian menunjukkan, perusahaan selalu berpendapat, lebih baik punya pegawai yang secara konsisten mau belajar menambah keterampilannya daripada yang hanya berhenti pada satu kemampuan. Soalnya, pegawai tipe ini tidak akan berkembang dan cenderung tak mau bekerja sama.
2. SULIT KERJA TIM
Tidak ada seorang pun yang merasa senang hidup di samping seorang primadona. Perusahaan pasti akan kesulitan menghadapi karyawannya yang tak mau atau tak mampu bekerja dalam tim. Jadi, pastikan Anda bisa menjadi anggota tim kerja yang baik dan bisa bertindak sebagai makhluk sosial yang baik pula.
3. TAK TEPAT WAKTU
Jika 
pekerjaan harus selesai hari Rabu, misalnya, camkan di benak bahwa hari Kamis tidak akan pernah ada. Suatu organisasi membutuhkan orang yang dapat bertanggung jawab, dipercaya. Tak menepati tenggat waktu bukan hanya mencerminkan seseorang yang tidak profesional, tapi juga berarti merusak bahkan menghancurkan jadwal job orang lain. Ujung-ujungnya, bos Anda yang bakal jadi sorotan. Jika sudah meiliki komitmen, tepati janji, apa pun yang terjadi. Hal ini sangat penting!
4. MEMANFAATKAN FASILITAS PERUSAHAAN
Fasilitas perusahaan seperti e-mail dan telepon yang ada adalah untuk keperluan bisnis perusahaan. Gunakan telepon untuk keperluan pribadi sesingkat mungkin dan jangan menerima pangggilan telepon yang bersifat pribadi dengan waktu bicara yang lama.
Juga jangan pernah menulis e-mail yang tidak ingin dibaca oleh bos karena banyak sistem yang dapat menyimpan kiriman-kiriman e-mail yang dihapus ke dalam satu berkas. Ingat pada orang-orang yang berjiwa kerdil yang mencari muka pada atasan. Lagipula, memanfaatkan e-mail milik perusahaan untuk keperluan pribadi, amat tidak diperbolehkan.
Ads: lowongan kerja dan bursa kerja terbaru dapat dilihat pada klikkarir.com
5. SOK EKSKLUSIF
Jangan mengisolasi diri atau bertingkah sok eksklusif. Kembangkan diri Anda dan jalin hubungan dengan rekan sekerja. Orang yang mempunyai jaringan yang efektif, akan memiliki jalur dan sumber informasi yang akurat sehingga dapat lebih mudah mencapai dan mengerti plotik organisasi di perusahaan tersebut.
Penelitian membuktikan, para pegawai yang mempunyai jaringan yang luas, umumnya cenderung menjadi seorang yang dapat bekerja dalam tim, banyak memberi andil pada sukses tim kerja, memiliki nilai lebih, sehingga bisa lebih cepat mendapat promosi serta kompensasi yang tinggi.
6. MENJALIN ASMARA DI KANTOR
Walaupun Anda dan si dia berada di ruangan atau divisi terpisah, menjalin hubungan asmara di kantor bukan merupakan pilihan yang baik. Jika kebetulan terlibat percintaan dengan bos, begitu ada kesempatan promosi, naik jabatan, pasti akan mejadi gunjingan. Minimal, rekan sekerja mencibir karena anggapan Anda naik posisi gara-gara dekat dengan atasan.
Yang juga tak mengeenakkan, hubungan asmara dengan atasan atau rekan sekerja yang putus di jalan, bisa membuat hubungan pekerjaan jadi terganggu. Belum lagi harus menghadapi omongan rekan-rekan sejawat.
7. TAKUT AMBIL RISIKO
Jika Anda tidak percaya pada diri sendiri, maka orang lain pun tidak akan percaya pada Anda. Bersikaplah untuk dapat mengerjakan sesuatu dan mengambil risiko. Katakan dengan jujur, “saya belum pernah mengerjakan hal tersebut tapi saya akan berusaha mempelajari bagaimana caranya.”
Jangan takut gagal atau khawatir membuat kesalahan. Jika keadaan menjadi kacau, segera ubah dan minta bantuan rekan atau atasan yang lebih jago. Pokoknya, coba untuk belajar pada semua kesempatan yang ada di setiap situasi. Ingat, lembur karena risiko kerja dapat membuat Anda menjadi lebih tertantang dan lebih cepat maju.
8. TANPA TUJUAN
Kegagalan bukanlah sesuatu keburukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Yang buruk adaklah jika Anda tak punya tujuan untuk mencapai sesuatu. Jadi, susun rencana kegiatan sehari-hari untuk mencapai tujuan tadi. Percaya atau tidak, 80 persen dari keberhasilan yang diraih seseorang, 20 persennya datang dari aktivitas yang dilakukannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Atur mana yang menjadi prioritas dan fokuskan pada pekerjaan tersebut.
9. TERKESAN CEROBOH
Jujur atau tidak, penampilan selalu diperhitungkan. Orang selalu menilai semua penampilan serta tingkah laku Anda. Dengan kata lain, usahakan untuk tidak berpakaian seenaknya saat pergi ke kantor atau berpakaian yang tidak selayaknya dikenakan ke kantor.
Berlakulah jujur, berbicara dengan bahasa yang baik, sopan, tidak menggunakan bahasa dialek atau daerah. Bersikaplah sebagai seorang yang kompeten, mempunyai komitmen dan perilaku yang baik.
10. TAK MENJAGA MULUT
Ruangan kecil, gang, tangga berjalan, bahkan kamar mandi kantor, semua itu bukan milik pribadi Anda. Berhati-hatilah jika sedang berbicara di tempat-tempat umum tadi dan perhatikan pada siapa Anda berbicara.
Jangan bercanda mengenai kepercayaan, suku, rahasia perusahaan, gosip teman sekantor, dan juga pribadi-pribadi para bos. Semua pembicaraan mengenai hal itu bukanlah sesuatu yang bebas, tidak gratis, terutama sangat berharga dan amat berarti bagi pekerjaan Anda!
Ads: artikel lowongan tentang mencari lowongan pekerjaan dan info lowongan terbaru, segera kunjungi klikkarir.com

3 Langkah Mencapai Karir yang anda Impikan

Ikuti langkah2 berikut, dan dapatkan karir impian anda
Rasanya aku mulai bosan deh dengan 
pekerjaan sekarang. Banyak hal yang tak sesuai bayangan. Bagaimana ya agar kita dapat menggeluti pekerjaan yang sesuai dengan keinginan?” tanya Sanika (30) kepada sahabatnya.
Banyak orang merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan lama kelamaan semakin terasa tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan sebelumnya. Entah karena karakter pribadinya, kebijakan dan peraturan perusahaan atau industrinya sendiri.
“Namun dengan bekal sikap yang lebih gigih dan berusaha untuk fleksibel, sebenarnya Anda dapat memiliki pekerjaan yang diinginkan, tanpa harus menyesal di kemudian hari,” ujar Kevin Donlin, Managing Editor 1 Day Resumes dan juga penulis buku “Resume and Cover Letter Secrets Revealed,” a do-it-yourself manual that will help you find a job in 30 days…or your money back.
Bagaimana kalau Anda menyimak beberapa hal di bawah ini, siapa tahu bisa berguna!

1) Spesifikasikan 
Pekerjaan Ideal Anda
Apakah Anda ingin bekerja dalam lingkungan berteknologi tinggi? Keuangan Internasional? Atau 
lowongan Pemasaran? Jika pilihan sudah ditentukan, mulailah mengidentifikasi beberapa posisi dan rencana pengembangan karier yang sesuai. Jika hal tersebut tidak juga bisa dilakukan, paling tidak tulislah 3-4 keahlian yang Anda miliki. Mengapa demikian? Karena seseorang tidak bisa mencapai target yang tidak visible. “Waktu pertama kali mulai melamar pekerjaan, saya membuat ‘daftar’ tentang keahlian-keahlian yang saya miliki dan sukai. Dan ternyata itu amat berguna untuk jadi pemandu kita saat melamar kerja,” ujar Lira (29) seorang PR Consultant.
Ads: Lowongan kerja cpnsbank 2008 dapat dilihat pada klikkarir.com 
2) Berusahalah Lebih Keras
Lakukan riset melalui internet untuk mempelajari lebih jauh persahaan yang Anda jadikan target, mulai dari permasalahannya sampai pesaingnya. Lalu sediakan beberapa solusi (untuk berjaga-jaga) yang bisa Anda berikan pada perusahaan tersebut jika dibutuhkan. Saat Anda dipanggil untuk wawancara, si pewawancara akan melihat langsung keseriusan Anda dalam mempersiapkan diri untuk mengisi posisi yang tepat di tempatnya.
3) Bersikaplah Fleksibel
Pertimbangkan juga untuk menerima pekerjaan yang (meskipun) sifatnya hanya sementara. Tapi yakinkan dulu bahwa pekerjaan itu masuk ‘daftar’ perusahaan yang setidaknya hampir dekat dengan keinginan Anda. Saat Anda diterima, gunakan waktu kerja seefektif mungkin sehingga mudah bagi manajemen untuk mempertimbangkan Anda sebagai orang yang layak dipromosikan untuk selanjutnya.

Ingin Karier Melesat..? Coba Kenali Karakter Bos anda

Siapa yang tak mau punya atasan berhati ‘sinterklas’? Setiap hari, Anda diberi reward karena sukses menyelesaikan proyek, atau nada marah tak kunjung keluar dari mulutnya… Harapan ini sempat terlintas di benak Indah (25) yang bekerja di sebuah perusahaan asing. “Ketika diinterviewlowongan kerja , Saya menduga dia seorang atasan yang menyenangkan. Tapi, 2 bulan bekerja, semua yang saya lakukan selalu saja ada salah nya, “tuturnya. Ternyata pengalaman ini tak hanya dirasakan oleh Indah saja, beberapa pembaca Hanyawanita.com juga pernah (bahkan sering) mengalami hal yang sama. Lalu kenapa tidak coba untuk mengenali sang atasan anda, agar Anda nyaman dalam bekerja.
Menurut Siska Gunawan, assistant manager Jakarta Consulting Group, ada banyak tipe atasan yang ditemukan di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Diantaranya, bisa dikategorikan dalam beberapa tipe berikut ini :
Tipe “I’m the boss”
Atasan seperti ini mempunyai sifat yang otoriter dan berorientasi pada kemampuan diri sendiri. Ia sulit bekerja dalam tim dan sulit menaruh kepercayaan pada orang lain. “Anda harus mempunyai sifat penyabar, karena tipe ini kadang sukar sekali untuk dibantah.” Strateginya adalah Anda harus ketat dengan deadline yang diberikan dan siap dengan argumentasi yang kuat, ketika mengajukan sebuah ide. Pada dasarnya atasan seperti ini cocok untuk Anda yang termotivasi menghasilkan time
management yang baik.

Tipe “Perfectionist”
Sifat yang selalu menyalahkan bawahan adalah ciri yang paling menonjol dari tipe atasan seperti ini. Jangan salah, bisa jadi, sebenarnya ia sangat menghargai pekerjaan anda, tetapi ia selalu ‘minta lebih’ untuk pekerjaan selanjutnya. Keuntungannya adalah terbiasa melakukan pekerjaan dengan detail dan orientasi sukses. Tapi, ketika Anda jenuh dengan sifat ini, cobalah bertanya face to face apa yang diharapkan atasan dari pekerjaan anda dan lakukan evaluasi hasil akhir bersama-sama. Kenali karakter hasil akhir 
pekerjaan yang diinginkan si bos !
Tipe “Panic Room”
Wah, atasan seperti ini seharusnya mencari sekretaris yang ‘tenang-tenang menghanyutkan’. Dalam artian, sebagai bawahan jangan ikut-ikutan panik. Bersikaplah tenang tapi mempunyai job planning concept yang kuat. Hal ini bisa membuat ia lebih tenang dan Anda pun tidak terganggu dengan sifatnya yang grasa-grusu. Keuntungan 
bekerja dengan atasan ini adalah Anda sering bekerja under pressure, jadinya secara mentally lebih kuat untuk berimprovisasi dalam mengatasi masalah.
Tipe “up to you”
“Semuanya terserah Anda !” Tipe atasan ini bisa jadi karena ia tidak memiliki kemampuan yang seharusnya dipunyai dalam menduduki posisi tersebut. Untuk menutupi kelemahannya, maka ia selalu mendelegasikan tugas pada Anda. Justru, di sinilah keuntungan yang bisa diambil, yaitu bertindak sebagai implenter. Orang akan lebih menghargai hasil kerja anda, karena tahu Anda yang melakukan A-Z nya. Seringnya, masalah timbul karena kompensasi yang diterima tidak sesuai dengan kerja keras anda. Buat report pekerjaan anda, sehingga dia mempunyai pertimbangan memberi kompensasi yang lebih besar.

Tipe “most wanted guy”
Tipe atasan yang berwibawa, baik hati dan perduli pada bawahannya. Sepertinya, tipe ini yang paling ideal untuk menjadi seorang atasan. Pada realitanya, sulit menemukan atasan seperti ini. Kalaupun, Anda menemukannya, bukan berarti tidak ada masalah yang mungkin timbul. Salah satu yang bisa muncul adalah masalah kejenuhan karena merasa tidak menemukan tantangan dalam bekerja. Jika ini masalahnya, Anda bisa mencoba mengerjakan proyek yang berkaitan dengan divisi dan manager dari bidang lain. Paling tidak ada nuansa baru yang bisa ditemukan, iya kan…
Tipe “not in the room”
Hal yang perlu dilakukan adalah harus selalu menghubungi atasan untuk melaporkan atau menginformasikan kejadian-kejadian di kantor selama ia tidak di tempat. Kesulitan lain adalah bawahan sering menemukan masalah dengan waktu yang terbatas untuk memutuskan penyelesaian suatu masalah. Si decision maker yang sibuk sering memberikan wewenang pada wakilnya di kantor. Itulah sebabnya, akan menguntungkan kalau Anda lebih mengenali karakter ‘si pengganti’ tadi. Keuntungan lainnya, terkadang Anda pun bisa belajar jadi decision maker, ketika ia memberikan wewenang pada Anda. 
Berbagai sumber 


SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA




Artikel terkait:

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

terima kasih telah berkunjung sobat.
Silahkan komentar,kritik dan sarannya
setidaknya tegur sapa.heheh