Modal kerja



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Modal
Modal dalam suatu perusahann pada saat ini mempunyai arti yang sangatbesar bagi suatu perusahaan. Semakin besar suatu perusahaan tuntunankeberadaan modal semakin besar pula. Agar lebih mengerti tentang artipentingnya modal maka akan dikemukakan bebrapa pendapat para ahli mengenaipengertian modal yaitu sebagai berikut:

Menurut Drs. S. Munawir (2004:19) dalam bukunya analisa laporan
keuangan:
Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yangditunjukkan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba ditah, ataukelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perushaan terhadap seluruh utang-utangnya.
SedangkanmenurutProf. Polak yang ditulis dalam bukunya Dasar-Dasarpembelanjaaan perusahaan karangan Prof. Dr. Bambang Riyanto (2001:18)Mengemukakan bahwa: Modaladalah sebagai kekuasaan untuk menggunakanbarang barang Modal, sedangkan barang-barang Modal adalah barang-barangyang ada dalam perusahaan yang belum digunakan.

Hal ini berartr Modal adalah kelebihan aktiva atas utang yang mempunyai
kekuasaanuntuk menggunakan barang modal
Selain modal-modal tersebut menurut Prof. Dr. Bambang Riyanto dalambukunya Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2001:19) terdapat juga Modallainnya yang juga sangat penting, Yaitu :
1.Modal menurut bentuknya (Modal aktif) yaitu modal yang tertera di sebelahdebit neraca, yang menggambarkan bentu-bentuk dalam mana seluruh danayang diperoleh perusahaan ditanamkan.

a)Modal aktif berdasarkan cara dan lamanya perputaran dapat dibedakan
antara lain :
-Aktiva lancar yaitu aktivitas yang habis dalam satu kali berputar dalam prosesproduksi dan proses perputarannya dalam jangka waktu yang pendek(umumnya kurang dari satu tahun).
-Aktiva tetap yaitu aktiva yang tahan lama yang tidak atau yang secaraberangsur-angsur habis turut serta dalam proses produksi dan prosesperputarannya dalam jangka waktu yang panjang (lebih dari satu tahun)

b)Modal aktif berdasarkan fungsi kerja aktiva dalam perusahaan debedakan
menjadi dua yaitu :
-Modal kerja (working capital) adalah jumlah keseluruhan aktiva lancar(gross working capital) atau kelebihan dari aktiva lancar di atas utanglancar (net working capital)

-Modal tetap adalah jumlah keseluruhan aktiva tetap.
2.Modal menurut sumber atau asalnya (Modal pasif) yaitu modal yang terteradisebelah kredit dari neraca yang menggambarkan sumber-sumber mana danadiperoleh.

Modal pasif berdasarkan asalnya dibedakan menjadi dua yaitu :
-Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik (modal)perusahaan itu sendiri dari hasil usahanya (cadangan, laba yang ditahan),atau berasal dari pengambilan bagian, persero, atau pemilik (modalsaham, modal persero dan lain-lain).

-Modal asing (modal kreditur/utang) adalah modal yang berasal dari
kreditur, yang ini merupakan utang perusahaan.

Modal pasif dan modal jangka pendek. Pembagian modal pasif juga
didasarkan pada:

-Syarat likuiditas yang terdiri dari modal jangka pendek dan modal
jangka panjang.

-Syarat solvabilitas yang terdiri dari modal sendiri dan modal asing.
-Syarat rentabilitas yang terdiri dari modal dengan pendapatan tetap(Modal obligasi) dan modal dengan pendapatan tidak tetap (modalsaham).

2.1.1 Modal Kerja
Setiap perusahaan memerlukan modal kerja untuk membiayai kegiatanoperasional sehari-hari misalnya : gaji, upah, pembelian barang dan sebagainya,dimana dana yang telah dikeluarkan diharapkan akan kembali masukkeperusahaan dalam jangka pendek melalui hasil penjualan. Perusahaan yangtidak memiliki modal kerja yang cukup, tidak dapat membayar keawajiban jangkapendek tepat pada waktunya dan akan menghadapi masalah likuiditas.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai modal kerja makaada beberapapendapat menurut para ahli mengenai pengertian modal kerjaadalah sebagai berikut :
Menurut Drs. R. Agus Sartonio, M.B.A (1996:493) dalam bukunyamanajemen keuangan: Modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar (grossworking capital), atau kelebihan aktiva lancar di atas utang lancar (net workingcapital.
Sedangkan menurut Drs. Abbas Kartadinata (1993:3) dalam bukunyapembelanjaan: Modal kerja adalah working capital merupakan selisih antaraaktiva lancar (current assets) dan passiva lancar (current liabilities).
Berdasarkan kedua definisi diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwamodal kerja adalah jumlah keseluruhan aktiva lancar atau kelebihan aktiva lancarterhadap utang lancar.
Menurut Prof. Dr. Bamabang Riyanto dalam bukunya dasar-dasarpembelanjaan perusahaan (2001:57) terdapat tiga konsep yang menerangkanpengertian modal kerja, yaitu :

1. Konsep Kuantitatif
Konsep ini mendasarkan pada kuantitas dari dana yanbg tertanam dan unsurunsur aktiva lancar dimana ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembalidalam bentuk semula atau aktiva dimana dana yang tertanam di dalamnya akandapat bebas lagi dalam waktu pendek, dengan demikian modal kerja menurutkonsep ini adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar.
Dalam konsep ini tidak mementingkan kualitas dari modal kerja, apakahmodal kerja dibiayai dari modal pemilik, utang jangka panjang maupun utangjangka pendek, sehingga dengan modal kerja besar tidak mencerminkan margin ofsafety para kreditur jangka pendek yang besar juga, bahkan modal kerja yangbesar menurut konsep ini tidak menjamin kelangsungan operasi yang akan datang,serta tidak mencerminkan likuiditas perusahaan yang bersangkutan.

2. Konsep Kualitatif
Konsep ini mendasrkan pada kualitas modal kerja, dalam konsep inipengertian modal kerja adalah kelebihan aktiva lancarv terhadap utang jangkapendek (Net Working Capital), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal daripinjaman jangka panjang maupun dari para pemilik perusahaan. definisi inibersifat kualitatif karena menunjukan tersedia aktiva lancar yang lebih besardaripada utang lancarnya (utang jangka pendek) dan menunjukan pula margin ofprotection atau tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek, sertamenjamin kelangsungan operasi dimasa mendatang dan kemampuan perusahaanuntuk memperoleh tambahan pinjaman jangka pendek dengan jaminana aktivalancarnya.

3. konsep fungsional
Konsep ini mendasarkan pada fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangkamenghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pook perusahaan.pada dasarnya dana-dana yang dimiliki oleh suatu perusahaan seluruhnya akan digunakan untukmengahasilkan sesuai dengan usaha pokokperusahaan, tetapi tidak semua danadigunakan untuk menghasilkan sebuah laba periode ini (current income) ada
sebagian dana yang digunakan untuk memperoleh atau menghasilkan laba dimasayang akan datang , misalnya: bangunan, mesin-mesin, pabrik, alat-alat kantor danaktiva lainnya.

.1.2Jenis-Jenis Modal Kerja
Menurut Prof. Dr. Bamabang Riyanto (2001:61) dalam bukunya Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan, modal kerja dalam perusahaan dapat golongkansebagai berikut :
1.Modal Kerja Permanen (Permanen Working Capital) yaitu modal kerja yangharus tetap ada pad perusahaan untuk menjalankan funsinya, atau dengan katalain modal kerja yang secara terus menerus diperlukan unutuk kelancaranusaha. Modal Kerja Permanen dalam :
a)Modal Kerja Primer (Primary Working Capital) yaitu jumlah modal kerjaminimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitasusahanya.
b)Modal Kerja Normal (Normal Working Capital) yaitu jumlah modal kerjayang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang noramal(dinamis).
2.Modal Kerja Variabel (variabel working capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah ubah sesuai dengan perubahan keadaan, dan modal kerjaini dibagi dalam :

a)Modal Kerja Musiman (Sesasional Working Capital) yaitu modal kerja
yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi musim.

b)Modal Kerja Siklis (Cyclical Working Capiatal) yaitu modal kerja
yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan fluktuasi konyungtur.
c)Modal Kerja Darurat (Emergency Working Capital) yaitu modal kerjayang besarnaya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yangtidak diketahui sebelumnya (misalnya, adanya pemogokan buruh,banjir, perubahan keadaan ekonomi yang mendadak).

2.1.3Pentingnya Modal Kerja
Terseedianya Modal Kerja yang segera dapat dipergunakan dalam operasibergantung pada type atau sifat dari aktiva lancar yang dimilii seperti kas,marketable securities, piutang dan persediaan. Modal kerja yang cukup besar dalmarti harus mampu membiayai pengeluaran atau operasi perusahaan sehari-hari,karena dengan modal kerja yang cukup akan menguntungkan perusahaan,disamping memungkinkan bagi perusahaan tidak mengalami kesulitan keuangan,yang menurut Drs. Munawir dalam bukunya Analisa laporan keuangan (2004:116)memberikan beberapa manfaat anatara lain :

1.Melindungi pereusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari
aktiva lancar.

2.Memungkinkan untuk membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada
waktunya.
3.Menjamin dimilikinya credit standing perusahaan semakin besar danmemungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya ataukesulitan keuangan yang mungkin terjadi.

4.Memungkinkan untuk memeiliki persediaan barang dalam jumlah yang cukup
melayani konsumen.

5.Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberiakan syarat-syarat kredit yang
lebih menarik bagi para pelanggan.

6.Memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi dengan lebih efektif karena
tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang ataupun jasa yang dibutuhkan.

Faktor-Faktor yangMempengaruhi Modal Kerja
Modal kerja memang sangat penting bagi perusahaan, oleh karena itudalam menentukan besarnya modal kerja yang di butuhkan Menurut Drs. S.Munawir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan (2004:117) dipengaruhi olehbeberapa faktor sebagai berikut :

1.Sifat atau tipe perusahaan
Modal kerja suatu perusahaan dagang relatif lebih rendah bila di bandingkandengan kebutuhan modal kerja perusahaan industri, karena tidak memerlukaninvestasi yang besar dalam kas, piutang maupun persediaan. Kebutuhan uangtunai pada perusahaan dagang untuk membelanjai operasi dapat dipenuhi daripenghasilan aau penerimaan saatitu juga.

2.Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang
akan dijual serta harga per satuan barang tersebut.
Kebutuhan modal kerja suatu perusahaan berhubungan langsung denganwaktu yang dibutuhkan untuk memperoleh barang yang akan dijual maupunbahan baku yang akan diproduksi sampai barang itu dijual. Semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang tersebutsemakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan. Disamping itu pula harga pokokper satuan barang itu juga mempengaruhi besar kecilnya modal kerja yangdibutuhkan, Semakin besar harga pokok per satuan barang yang akan dijualsemakin besar pula kebutuhan modal kerja.

3.Syarat Pembelian Bahan Baku
Syarat pembelian bahan baku yang akan digunakan untuk memproduksibarang atau barang dagangan sangat mempengaruhi jumlah modal kerja yangdibutuhkan untuk perusahaan yang bersangkutan. Jika syarat yang diterima padawaktu pembelian menguntungkan, makin sedikit dana yang diinvestasikandalampersediaan bahan baku atau barang dagangan. Sebaliknya bila pembayaran atasbahan atau barang yang akan dibeli tersebut harus dilakukan dalam jangka waktupendek maka uang kas diperlukan untuk membiayai semakin besar pula.

4. Syarat Penjualan
Semakin lunak kredit yang diberikan oleh perusahaan kepada parapembeliakan mengakibatkan semakin besarnaya jumlah modal kerja yang harusdiinvestasikan dalam sektor piutang. Untuk memperendah jumlah modal kerjayang harus diinvestasikan dalam sektor piutang dan untuk memperkecil resikoadanaya piutang yang akan tertagih sebaiknya perusahaan memberikan potongantunai kepada para pembeli, karena dengan demikian pembeli akan tertarik untuksegera membayar utangnya dalam periode diskonto tersebut.

5.Tingkat Perputaran Persediaan (inventory turnover).
Menunjukkan berapa kali persaediaan tersaebut diganti. Semakin tinggitingkat perputaran persediaan maka jumlah modal kerja yang di investasikandalam persediaan semakin rendah. Untuk dapat mencari tingkat perputaranpersediaan yang tinggi maka harus diadakan perencanaan dan pengendalianpersediaan secara teratur dan efisien. Semakin cepat atau semakin tinggi tingkatperputaran persediaan akan memperkecil resiko terhadap kerugian yangdisebabkan penurunan mutu atau karena perubahan selera konsumen, disampingmenghemat ongkos menyimpan dan pemeliharaan terhadap persediaan barangtersebut.

2.1.5Penentuan Besarnya Kebutuhan Modal Kerja
Menurut Prof. Dr. Bamabang Riyanto (2001:64) Dalam bukunya Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan terdapat dua faktor yang mempengaruhibesarnaya kebutuhan modal kerja yaitu :
1.Periode perputaran modal kerja merupakan keseluruhan atau jumalah dariperiode-periode yang meliputi jangaka waktu pemberian kredit, lamanyapenyimpanan bahan baku di gudang, lamanya proses produksi, lamanyabarang jadi disimpan digudang dan jangka waktu penerimaan piutang.
2.Pengeluaran kas rata-rata setiap harinya merupakan jumlah pengeluaran kasrat-rata setiap harinya merupakan jumlah pengeluaran kas rata-rata setiapharinya untuk keperluan pembelian bahan baku, bahan pembantu, pembayaranupah dan biaya-biaya lain.


Drs. S. Munawir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan(2004:120)
pada umumnya sumber modal kerja perusahaan dapat berasal dari :
1.Hasil operasi perusahaan, merupakan jumlah net income yang nampak dalamperhitungan rugi laba ditambah dengan depresiasi amortisasi dikurangi denganbagian laba yang diambil atau hak pemilik, jumlah ini menunjukan jumlahmodal kerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan. Jadi jumlah modalkerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan dapat dihitung denganmenganalisis laporan perhitungan rugi laba perusahaan tersebut. Denganadanya keuntungan atau laba perusahaan dan apabila laba tidak diambil olehpemilik perusahaan tersebut akan menambah modal perusahaan yangbersangkutan.

2.Keuntungan dari penjualan marketable securities (investasi jangka pendek)
surat berharga yang dimilki perusahaan untuk jangka pendek (marketablesecurities atau efek) adalah salah satu elemen aktiva lancar yang segera dapatdijual dan dapat menimbulkan keuntungan bagi perusahaan, dengan adanyapenjualan surat berharga ini menyebabkan terjadinya perubahan dalam unsurmodal kerja yaitu darin bentuk surat berharga menjadi uang kas. Keuntunganyang diperoleh dari penjualan surat berharga ini merupakan suatu sumberuntuk bertambahnya modal kerja, sebaliknya apabila dalam penjualan tersebutterjadi kerugian maka akan menyebabkan berkurangnya modal kerja. Dalammenganalisis sumber-sumber modal kerja yang berasal dari penjualan surat-surat berharga harus dipisahkan dengan modal kerja yang berasal dari hasiloperasi perusahaan.

3.Penjualan aktiva tetap dan aktiva tidak lancar lainnya.
Sumber lain yang dapat menambah modal kerja adalah hasil penjualan aktivatetap dan aktiva tidak lancar lainnya yang tidak diperlukan lagi olehperusahaan. Perubahan dari aktiva ini menjadi kas atau piutang akanmenyebabkan bertambahnya modal kerja. Apabila dari hasil penjualan aktivatetap atau aktiva tidak lancar lainnya tidak segera digunakan untuk menggantiaktiva yang bersangkutan, akan menyebabkan keadaan aktiva lancarsedemikian besarnya sehingga melebihi jumlah modal kerja yang dibutuhkan(adanya modal kerja yang berlebihan).

4.Penjualan Saham atau Obligasi.
Untukmenambah dana atau modal kerja yang dibutuhkan perusahaan yangtelah menjadi emiten dari bursa effek dapat pula mengadakan emisi sahamyang baru atau meminta kepada para pemilik untuk menambah modalnya,disamping itu perusahaan juga dapat mengeluarkan obligasi atau utang jangkapanjang lainnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerjanya. Emisi obligasiini mempunyai konsekuensi bahwa perusahaan harus membayar bunga tetap,oleh karena itu dalam mengeluarkan obligasi ini harus disesuaikan dengankebutuhan perusahaan.
Disamping keempat sumber tersebut masih ada lagi sumber lain yangdapat diperoleh perusahaan untuk menambah aktiva lancarnaya (walaupun denganmenambah aktiva lancar tidak menambah modal kerja) misalnya daripinjaman/kredit dari bank dan pinjaman-pinajaman jangka pendek lainnyasertavutang dagang yang diperoleh dari para penjual (supplier).
26
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa modal kerja akan bertambah
apabila ;

1.Adanya kenaikkan sektor modal baik yang berasal dari laba maupun adanya
pengeluaran modal saham atau bertambahnya investasi pemilik perusahaan.
2. Adanya ppengurangan atau penurunan aktiva tetap diimbangiu denganbertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva tetap maupunmelalui proses depresiasi.
3.adanya penambahan utang jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotikatau utang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan penambahan aktivalancar.
Dengan kata lain bahwa modal kereja akan bertambah apabila aktivalancar bertambah dibarengi dengan perubhan pos tidak lancar (non currentaccount).

B.Penggunaan Modal kerja
Pemakaian dan penggunaan Modal Kerja akan mengakibatkan perubahanstruktur maupun penurunan jumlah aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, tetapipenggunaan aktiva lancar yang selalu diikuti berubahnya atau turunnya jumlahModal Kerja yang dimiliki perusahaan. Misalnya penggunaan aktiva lancar untukmelunasi utang lancar, maka penggunaan aktiva lancar ini tidak mengakibatkanpenurunan jumlah modal kerja karena penurunan aktiva lancar tersebut diikutiatau diimbangi dengan penurunan utang lancar dalam jumlah yang sama.

http://htmlimg3.scribdassets.com/b90xd6kqwiijlxc/images/23-2bad7efb40/000.jpg
Laba bersih setelah pajak dan bunga
Rentabilitas Modal Sendiri=
X 100 %
Moadal sendiri
Sebagai alat ukur dalam penyusunan skripsi ini penulis akan menggunakan
Rentabilitas Ekonomi.

2.3Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Rentabilitas Perusahaan
Perputaran modal kerja akan berpengaruh kepada tinkat rentabilitasperusahaan, Dimana dari tingkat rentabilitas itu, perusahaan diharapkan akan terusmelaksanakan kegiatan operasionalnya dan menghasilkan produk barang atau jasayang berkualitas. Tingkat rentabilitas perusahan di pengaruhi oleh beberapa faktorbaik yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung, baik secara positifmaupun negatif, diantaranya adalah modal kerja. Pengaruh perputaran modal kerjaterhadap tingkat rentabilitas perusahaan baru dapat diketahui dengan menganalisiskedua variabel tersebut.
Modal kerja sebagai alat bantu mempunyai yang sangat penting dalam halkeputusan investasi pada aktiva lancar dalam hal mengenai sumber, penggunaandan komposisi dari kedua pos tersebut. Modal kerja perusahaan dianggap pentingkarena dibutuhkan untuk membiayai operasinya sehari-hari, misalkan untukmeberi persekot, pembelian bahan mentah, membayaqr upah buruh, gaji pegawaidan lain sebagainya dan kesemuanya itu akan menentukan posisi keuangan jankapendek perusahaan.
Menurut Drs. S Munawir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan
(2004:72) mengemukakan bahwa suatu perusahaan dikatakan mempunyai posisi
36
keuangan jangka pendek yang memuaskan apabila perusahaan tersebut mampumemenuhi kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi. Untuk dapatmenganalisis dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek ini dapatlahdigunakan rasio perputaran modal kerja yaitu rasio yang digunakan untukmenganalisisdan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek. Denganmemenuhi rasio tersebut sangat membantu dalam mengecek efisiensi modal kerja.
Pembelanjaan harta lancar dengan utang lancar kredit jangka pendekmempunyai efek terhadap Rentabilitas. Dengan asumsi bahwa utang jangkapendek tingkat biayanya rendah, maka makin besar penggunaan kredit jangkapendek, makin potensial kenaikkan rentabilitas, sesuai dengan prinsippembelanjaan, maka utang jangka pendek dipergunakan untuk membelanjai hartalancar. Ini berarti juga bahwa makin kecil modal kerja, makin potensial kenaikkanrentabilitas.
Pengelolaan modal kerja yang efektif menunjukan seberapa besarkesempatan dan nkontribusi modal kerja yang tertanam dalam perusahaan untukmenghasilkan keuntungan. Adanya modal kerja yang cukup akan menguntungkanperusahaan, disamping memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi seefisienmungkin dan perusahaan tidak mengalami kesulitan keuangan.
Adanya modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidakproduktif, dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karenakesempatan untuk memperoleh keuntungan telah disia-siakan. Sebaliknya adanyaketidak cukupan modal kerja mengakibatkan perusahaan beroperasi dengan tidak

ekonomis dalm operasinya sehari-harinya dan merupakan sumber kegagalan suatu
perusahaan.
Untuk menghindari terjadinya kerugian akibat hilangnya kesempatanuntuk memperoleh keuntungan, maka modal kerja harus dikelola denganmanajemen yang baik, misalnya dengan menyesuaikan tingkat kegiatan penjualandari perusahaan dengan perubahan yang disebabkan oleh faktor musiman, siklisdan darurat, sebab perusahaan yang mempunyai prospek jangka panjangmenguntungkan akan dapat mengalami kesulitan akibat perkembangan jangkapendek yang merugikan.
Melihat uraian diatas, maka perputaran modal kerja harus dilaksanakansecara efektif dan efisien dengan memperhatikan tingkat rentabilitas agar beradadalam tingkat yang diharapkan, sehingga kontinuitas perusahahaan akan selaludapat dipertahankan. Oleh karena itu, dalam pengelolaan perputaran modal kerjaakan memberikan pengaruh tingkat rentabilitas terhadap perusahaan.




SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA




Artikel terkait:

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

terima kasih telah berkunjung sobat.
Silahkan komentar,kritik dan sarannya
setidaknya tegur sapa.heheh