Tampilkan postingan dengan label Matematika Diskrit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika Diskrit. Tampilkan semua postingan

Contoh soal Pemicu Integer dan Relasi Fungsi



Soal Pemicu Integer dan Matrik

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bilangan prima dan bilangan komposit, berikan contohnya masing-masing.
  2. Terapkanlah konsep FTA untuk beberapa bilangan integer. Dalam hal ini bilangan integer yang dimaksud adalah (a) jumlah dari tiga digit akhir NIM semua anggota kelompok anda, (b) perkalian dari dua digit terakhir NIM semua anggota kelompok anda.
  3. Jelaskan bedanya pembagian dengan menggunakan DIV dan MOD. Berikan contoh hasilnya.
  4. Hitunglah gcd(156,384), gcd (84, 384)
  5. Dengan menggunakan rumus f(p)  = (p + 13) mod 26, bagaimanakah kata sandi dari : Yogyakartaku adalah  kota pelajar.
  6. Pelajarilah tentang matrik transpose.  Buatlah algoritma untuk membuat matrik transpose dari sebuah matrik.
  7. Diberikan dua buah zero one matrik A dan B dibawah ini. Carilah Boolean product dari kedua zero one matrik tersebut.
Soal Untuk Diskusi Kelompok
Materi Relasi dan Fungsi

1.                     Apa yang dimaksud dengan hasil kali himpunan (Cartesian product). Berikan contohnya.
2.                     Apa yang dimaksud dengan relasi dan jelaskan pula jenis-jenis relasi.
3.                     Apa yang dimaksud dengan relasi closure, berikan sejumlah contoh sifat closure.
4.                     Apa yang dimaksud dengan relasi ekuivalen dan berikan contohnya
5.                     Apa yang dimaksud dengan fungsi dan berikan contohnya.
6.                     Jelaskan keterkaitan antara 3 istilah berikut : hasil kali himpunan, relasi dan fungsi
7.                     Jelaskan apa yang dimaksud dengan sifat injective, surjective dan bijective pada sebuah            fungsi. Berikan contoh suatu fungsi yng memiliki sifat : onto tapi tidak one to one, one to one tapi tidak onto.
8.                     Apa yang dimaksud dengan sifat partial ordering pada sebuah relasi
9.                     Jelaskan beberapa hal terkait dengan sifat POSET
10.                Salah satu apliksi POSET adalah pada lexicographics order, jelaskan bagaimana penggunaan POSET pada aplikasi tsb.
11.                Apa yang dimaksud dengan diagram hasse dan bagaimana cara membuatnya.
12.  Untuk relasi dapat membagi, maka carilah diagram HASSE dari POSET dari ({2,3,5, 6,8,10,12,15,20,24,30]},|
13.     Apakah yang dimaksud dengan istilah maximal dan minimal elemen, greatest dan lowest elemen pada POSET.



SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA

Jenis-Jenis dan Definis Graff


Graf yang merepresentasikan jembatan Königsberg :
Simpul (vertex) 􀃆 menyatakan daratan
Ruas (edge) 􀃆 menyatakan jembatan
Bisakah melalui setiap jembatan tepat sekali dan kembali lagi ke tempat semula?
• Perjalanan Euler adalah :
Perjalanan dari suatu simpul kembali ke simpul tersebut dengan melalui setiap ruas tepat satu kali.
• Perjalanan Euler akan terjadi, jika :
- Graf terhubung.
- Banyaknya ruas yang datang pada setiap simpul adalah genap.
Definisi Graf
Graf G (V, E), adalah koleksi atau pasangan dua himpunan
(1) Himpunan V yang elemennya disebut simpul atau titik, atau vertex, atau point, atau node.
(2) Himpunan E yang merupakan pasangan tak terurut dari simpul, disebut ruas atau rusuk, atau sisi, atau edge, atau line.
• Banyaknya simpul (anggota V) disebut order Graf G, sedangkan banyaknya ruas (anggota E) disebut ukuran (size) Graf G
JENIS – JENIS GRAF
• Berdasarkan ada tidaknya gelang atau sisi ganda pada suatu graf, maka graf digolongkan menjadi dua jenis:
1. Graf sederhana (simple graf).
Graf yang tidak mengandung gelang maupun sisi-ganda dinamakan graf sederhana.
2. Graf tak-sederhana (unsimple-graf/multigraf).
Graf yang mengandung ruas ganda atau gelung dinamakan graf tak-sederhana (unsimple graf atau multigrapf).
• Berdasarkan jumlah simpul pada suatu graf, maka secara umum graf dapat digolongkan menjadi dua jenis:
1. Graf berhingga (limited graf)
Graf berhingga adalah graf yang jumlah simpulnya, n, berhingga.
2. Graf tak-berhingga (unlimited graf)
Graf yang jumlah simpulnya, n, tidak berhingga banyaknya disebut graf tak-berhingga.
• Berdasarkan orientasi arah pada sisi, maka secara umum graf dibedakan atas 2 jenis:
1. Graf tak-berarah (undirected graf)
Graf yang sisinya tidak mempunyai orientasi arah disebut graf tak-berarah.
2. Graf berarah (directed graf atau digraf)
Graf yang setiap sisinya diberikan orientasi arah disebut sebagai graf berarah.
Subgraf
Misalkan G = (V, E) adalah sebuah graf. G1 = (V1, E1) adalah subgraf (subgraf) dari G jika V1 ⊆ V dan E1 ⊆ E.
Komplemen dari subgraf G1 terhadap graf G adalah graf G2 = (V2, E2) sedemikian sehingga E2 = E – E1 dan V2 adalah himpunan simpul yang anggota-anggota E2 bersisian dengannya.
Subgraf yang Direntang (Spanning Subgraf)
Apabila E‘ mengandung semua ruas di E yang kedua ujungnya di V‘ , maka G‘ adalah Subgraf yang dibentuk oleh V‘ (Spanning Subgraph)
Derajat (Degree)
Derajat suatu simpul d(v) adalah banyaknya ruas yang menghubungkan suatu simpul.
Sedangkan Derajat Graf G adalah jumlah derajat semua simpul Graf G.
Jumlah derajat semua simpul Graf (derajat Graf) = dua kali banyaknya ruas Graf (size/ukuran Graf).
Ketetanggaan (Adjacent)
Dua buah simpul dikatakan bertetangga bila keduanya terhubung langsung.
Bersisian (Incidency)
Untuk sembarang ruas e = (vj, vk) dikatakan :
e bersisian dengan simpul vj , atau
e bersisian dengan simpul vk
Simpul Terpencil (Isolated Vertex)
Simpul terpencil ialah simpul yang tidak mempunyai sisi yang bersisian dengannya.
Graf Kosong (null graf atau empty graf)
Graf yang himpunan sisinya merupakan himpunan kosong (Nn).
OPERASI GRAF
G1 = (E1,V1) , G2 = (E2,V2)
1. Gabungan G1 ∪ G2 adalah graf dgn himpunan ruasnya E1 ∪ E2.
2. Irisan G1 ∩ G2 adalah graf dgn himpunan ruasnya E1 ∩ E2.
3. Selisih G1 – G2 adalah graf dgn himpunan ruasnya E1 – E2.
4. Selisih G2 – G1 adalah graf dgn himpunan ruasnya E2 – E1.
5. Penjumlahan ring G1 ⊕ G2 adalah graf dgn himpunan ruasnya (E1 ∪ E2) – (E1 ∩ E2) atau (E1 – E2) ∪ (E2 – E1).
DEKOMPOSISI
Suatu graf G dikatakan dikomposisikan menjadi K dan L bila G = K ∪ L dan K ∩ L = ∅
PENGHAPUSAN (DELETION)
Penghapusan dapat dilakukan pada simpul ataupun ruas.
1) Penghapusan Simpul .
Notasinya : G – {V}
2) Penghapusan Ruas .
Notasinya : G – {e}
PEMENDEKKAN (SHORTING)
Pemendekan/Shorting adalah menghapus simpul yang dihubungkan oleh 2 ruas (simpul berderajat 2), lalu menghubungkan titik-titik ujung yang lain dari kedua ruas tersebut.
KETERHUBUNGAN
• Perjalanan (Walk)
Perjalanan atau walk pada suatu Graf G adalah barisan simpul dan ruas berganti-ganti
v1, e1, v2, e2, …,en-1, vn 􀃆 ruas ei menghubungkan vi dan vi+1
dapat hanya ditulis barisan ruas atau barisan simpul saja.
e1, e2, …,en-1 atau v1, v2, …, vn-1, vn
Dalam hal ini, v1 disebut simpul awal, dan vn disebut simpul akhir.
Perjalanan disebut perjalanan tertutup bila v1 = vn, sedangkan Perjalanan disebut perjalanan tebuka yang menghubungkan v1 dan vn. Panjang Perjalanan adalah banyaknya ruas dalam barisan tersebut.
• Lintasan (Trail)
Lintasan adalah Walk dengan semua ruas dalam barisan adalah berbeda.
• Jalur (Path)
Jalur adalah Walk yang semua simpul dalam barisan adalah berbeda.
• Sirkuit (Cycle)
Lintasan yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama disebut sirkuit atau siklus. Panjang sirkuit adalah jumlah ruas dalam sirkuit tersebut.
Suatu graf G disebut terhubung jika untuk setiap simpul dari graf terdapat jalur yang menghubungkan kedua simpul tersebut.
Subgraf terhubung suatu graf disebut komponen dari G bila subgraf tersebut tidak terkandung dalam subgraf terhubung lain yang lebih besar
Rank (G) = n – K
Nullity (G) = e – (n – k)
Dimana :
n : Order graf G
e : Size graf G
K : banyaknya komponen graf G
Jarak antara 2 simpul dalam graf G adalah panjang jalur terpendek antara ke 2 simpul tersebut.
Diameter suatu graf terhubung G adalah maksimum jarak antara simpul G.
GRAF BERLABEL
Graf berlabel/ berbobot adalah graf yang setiap ruasnya mempunyai nilai/bobot berupa bilangan non negatif
ISOMORFISMA
Dua buah graf atau lebih yang mempunyai jumlah ruas, simpul, dan derajat yang sama.
HOMOMORFISMA
Dua buah graf aau lebih yang penggambarannya sama, tetapi jumlah ruas dan simpulnya berbeda.
BEBERAPA GRAF SEDERHANA KHUSUS
a. Graf Lengkap (Complete Graph)
Graf lengkap ialah graf sederhana yang setiap simpulnya mempunyai sisi ke semua simpul lainnya. Graf lengkap dengan n buah simpul dilambangkan dengan Kn. Jumlah sisi pada graf lengkap yang terdiri dari n buah simpul adalah n(n – 1)/2.
Graf Lingkaran
Graf lingkaran adalah graf sederhana yang setiap simpulnya berderajat dua. Graf lingkaran dengan n simpul dilambangkan dengan Cn.
Graf Teratur (Regular Graphs)
Graf yang setiap simpulnya mempunyai derajat yang sama disebut graf teratur. Apabila derajat setiap simpul adalah r, maka graf tersebut disebut sebagai graf teratur derajat r. Jumlah sisi pada graf teratur adalah nr/2.
Graf Bipartisi (Bipartite Graph)
Graf G yang himpunan simpulnya dapat dipisah menjadi dua himpunan bagian V1 dan V2, sedemikian sehingga setiap sisi pada G menghubungkan sebuah simpul di V1 ke sebuah simpul di V2 disebut graf bipartisi dan dinyatakan sebagai G(V1, V2). Dilambangkan KMN.
Graf Platonik
Graf yang berasal dari penggambaran bangun ruang, dimana titik sudut merupakan simpul, dan rusuk meruakan ruas
Graf yang merepresentasikan jembatan Königsberg :
Simpul (vertex) 􀃆 menyatakan daratan
Ruas (edge) 􀃆 menyatakan jembatan
Bisakah melalui setiap jembatan tepat sekali dan kembali lagi ke tempat semula?
• Perjalanan Euler adalah :
Perjalanan dari suatu simpul kembali ke simpul tersebut dengan melalui setiap ruas tepat satu kali.
• Perjalanan Euler akan terjadi, jika :
- Graf terhubung.
- Banyaknya ruas yang datang pada setiap simpul adalah genap.
Definisi Graf
Graf G (V, E), adalah koleksi atau pasangan dua himpunan
(1) Himpunan V yang elemennya disebut simpul atau titik, atau vertex, atau point, atau node.
(2) Himpunan E yang merupakan pasangan tak terurut dari simpul, disebut ruas atau rusuk, atau sisi, atau edge, atau line.
• Banyaknya simpul (anggota V) disebut order Graf G, sedangkan banyaknya ruas (anggota E) disebut ukuran (size) Graf G
JENIS – JENIS GRAF
• Berdasarkan ada tidaknya gelang atau sisi ganda pada suatu graf, maka graf digolongkan menjadi dua jenis:
1. Graf sederhana (simple graf).
Graf yang tidak mengandung gelang maupun sisi-ganda dinamakan graf sederhana.
2. Graf tak-sederhana (unsimple-graf/multigraf).
Graf yang mengandung ruas ganda atau gelung dinamakan graf tak-sederhana (unsimple graf atau multigrapf).
• Berdasarkan jumlah simpul pada suatu graf, maka secara umum graf dapat digolongkan menjadi dua jenis:
1. Graf berhingga (limited graf)
Graf berhingga adalah graf yang jumlah simpulnya, n, berhingga.
2. Graf tak-berhingga (unlimited graf)
Graf yang jumlah simpulnya, n, tidak berhingga banyaknya disebut graf tak-berhingga.
• Berdasarkan orientasi arah pada sisi, maka secara umum graf dibedakan atas 2 jenis:
1. Graf tak-berarah (undirected graf)
Graf yang sisinya tidak mempunyai orientasi arah disebut graf tak-berarah.
2. Graf berarah (directed graf atau digraf)
Graf yang setiap sisinya diberikan orientasi arah disebut sebagai graf berarah.
Subgraf
Misalkan G = (V, E) adalah sebuah graf. G1 = (V1, E1) adalah subgraf (subgraf) dari G jika V1 ⊆ V dan E1 ⊆ E.
Komplemen dari subgraf G1 terhadap graf G adalah graf G2 = (V2, E2) sedemikian sehingga E2 = E – E1 dan V2 adalah himpunan simpul yang anggota-anggota E2 bersisian dengannya.
Subgraf yang Direntang (Spanning Subgraf)
Apabila E‘ mengandung semua ruas di E yang kedua ujungnya di V‘ , maka G‘ adalah Subgraf yang dibentuk oleh V‘ (Spanning Subgraph)
Derajat (Degree)
Derajat suatu simpul d(v) adalah banyaknya ruas yang menghubungkan suatu simpul.
Sedangkan Derajat Graf G adalah jumlah derajat semua simpul Graf G.
Jumlah derajat semua simpul Graf (derajat Graf) = dua kali banyaknya ruas Graf (size/ukuran Graf).
Ketetanggaan (Adjacent)
Dua buah simpul dikatakan bertetangga bila keduanya terhubung langsung.
Bersisian (Incidency)
Untuk sembarang ruas e = (vj, vk) dikatakan :
e bersisian dengan simpul vj , atau
e bersisian dengan simpul vk
Simpul Terpencil (Isolated Vertex)
Simpul terpencil ialah simpul yang tidak mempunyai sisi yang bersisian dengannya.
Graf Kosong (null graf atau empty graf)
Graf yang himpunan sisinya merupakan himpunan kosong (Nn).
OPERASI GRAF
G1 = (E1,V1) , G2 = (E2,V2)
1. Gabungan G1 ∪ G2 adalah graf dgn himpunan ruasnya E1 ∪ E2.
2. Irisan G1 ∩ G2 adalah graf dgn himpunan ruasnya E1 ∩ E2.
3. Selisih G1 – G2 adalah graf dgn himpunan ruasnya E1 – E2.
4. Selisih G2 – G1 adalah graf dgn himpunan ruasnya E2 – E1.
5. Penjumlahan ring G1 ⊕ G2 adalah graf dgn himpunan ruasnya (E1 ∪ E2) – (E1 ∩ E2) atau (E1 – E2) ∪ (E2 – E1).
DEKOMPOSISI
Suatu graf G dikatakan dikomposisikan menjadi K dan L bila G = K ∪ L dan K ∩ L = ∅
PENGHAPUSAN (DELETION)
Penghapusan dapat dilakukan pada simpul ataupun ruas.
1) Penghapusan Simpul .
Notasinya : G – {V}
2) Penghapusan Ruas .
Notasinya : G – {e}
PEMENDEKKAN (SHORTING)
Pemendekan/Shorting adalah menghapus simpul yang dihubungkan oleh 2 ruas (simpul berderajat 2), lalu menghubungkan titik-titik ujung yang lain dari kedua ruas tersebut.
KETERHUBUNGAN
• Perjalanan (Walk)
Perjalanan atau walk pada suatu Graf G adalah barisan simpul dan ruas berganti-ganti
v1, e1, v2, e2, …,en-1, vn 􀃆 ruas ei menghubungkan vi dan vi+1
dapat hanya ditulis barisan ruas atau barisan simpul saja.
e1, e2, …,en-1 atau v1, v2, …, vn-1, vn
Dalam hal ini, v1 disebut simpul awal, dan vn disebut simpul akhir.
Perjalanan disebut perjalanan tertutup bila v1 = vn, sedangkan Perjalanan disebut perjalanan tebuka yang menghubungkan v1 dan vn. Panjang Perjalanan adalah banyaknya ruas dalam barisan tersebut.
• Lintasan (Trail)
Lintasan adalah Walk dengan semua ruas dalam barisan adalah berbeda.
• Jalur (Path)
Jalur adalah Walk yang semua simpul dalam barisan adalah berbeda.
• Sirkuit (Cycle)
Lintasan yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama disebut sirkuit atau siklus. Panjang sirkuit adalah jumlah ruas dalam sirkuit tersebut.
Suatu graf G disebut terhubung jika untuk setiap simpul dari graf terdapat jalur yang menghubungkan kedua simpul tersebut.
Subgraf terhubung suatu graf disebut komponen dari G bila subgraf tersebut tidak terkandung dalam subgraf terhubung lain yang lebih besar
Rank (G) = n – K
Nullity (G) = e – (n – k)
Dimana :
n : Order graf G
e : Size graf G
K : banyaknya komponen graf G
Jarak antara 2 simpul dalam graf G adalah panjang jalur terpendek antara ke 2 simpul tersebut.
Diameter suatu graf terhubung G adalah maksimum jarak antara simpul G.
GRAF BERLABEL
Graf berlabel/ berbobot adalah graf yang setiap ruasnya mempunyai nilai/bobot berupa bilangan non negatif
ISOMORFISMA
Dua buah graf atau lebih yang mempunyai jumlah ruas, simpul, dan derajat yang sama.
HOMOMORFISMA
Dua buah graf aau lebih yang penggambarannya sama, tetapi jumlah ruas dan simpulnya berbeda.
BEBERAPA GRAF SEDERHANA KHUSUS
a. Graf Lengkap (Complete Graph)
Graf lengkap ialah graf sederhana yang setiap simpulnya mempunyai sisi ke semua simpul lainnya. Graf lengkap dengan n buah simpul dilambangkan dengan Kn. Jumlah sisi pada graf lengkap yang terdiri dari n buah simpul adalah n(n – 1)/2.
Graf Lingkaran
Graf lingkaran adalah graf sederhana yang setiap simpulnya berderajat dua. Graf lingkaran dengan n simpul dilambangkan dengan Cn.
Graf Teratur (Regular Graphs)
Graf yang setiap simpulnya mempunyai derajat yang sama disebut graf teratur. Apabila derajat setiap simpul adalah r, maka graf tersebut disebut sebagai graf teratur derajat r. Jumlah sisi pada graf teratur adalah nr/2.
Graf Bipartisi (Bipartite Graph)
Graf G yang himpunan simpulnya dapat dipisah menjadi dua himpunan bagian V1 dan V2, sedemikian sehingga setiap sisi pada G menghubungkan sebuah simpul di V1 ke sebuah simpul di V2 disebut graf bipartisi dan dinyatakan sebagai G(V1, V2). Dilambangkan KMN.
Graf Platonik
Graf yang berasal dari penggambaran bangun ruang, dimana titik sudut merupakan simpul, dan rusuk meruakan ruas


Berbagai Sumber

SILAHKAN COPY JIKA ARTIKEL INI MENARIK NAMUN HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA